[Chaptered] Unsuspected (Chapter 1)

un3

Title : Unsuspected

Author : autumngirl2309

Cast : Jeon Jeongguk, Kim Hyemin

Support Cast : Member BTS

Length : Chaptered

Genre : Friendship, romance, fluff, maybe ’lil sad, ‘lil comedy

Rating : Teen / PG-14

Disclaimer : Sepenuhnya mereka milik Sang Pencipta. Ayane hanya pinjam namanya saja 🙂 Alur tentu dari imajinasi Ayane sendiri ^^v

PS : Annyeong readers! Ayane kembali :3 Langsung aja 🙂 Don’t bash! Don’t copas! Don’t plagiat!

Poster by : Xilverspear @ HospitalArtDesign

Dipublish juga di blog pribadi Ayane ^^ [AutumnGirl2309]

***Unsuspected***

Hari ini adalah hari Senin, hari yang dibenci wanita itu—Hyemin. Senin adalah hari yang selalu sibuk, waktu terasa begitu cepat, belum lagi kejadian tak terduga selalu di hari Senin, itu menurut Hyemin. Wanita beraura kelam namun jauh di dalam hatinya, dia wanita yang hangat.

“Menyebalkan! Kenapa harus di hari ini? Kalian membuatku jengkel,” umpat Hyemin setelah mendapat undangan untuk minum kopi bersama di sebuah kafe. Hyemin mendecak kesal lantas mengambil tas coklat karamel dan melangkah ke luar kampus menuju tempat undangan.

“Jika bukan karena dia, aku tak akan menghadiri undangan ini,” batin Hyemin sembari terus berjalan ke kafe. Langkah kaki yang cepat membawanya ke kafe yang berdekatan dengan kampus. Memang, suasana hatinya sedang kacau.

“Akhirnya kau datang juga.” Ucap seorang pria yang tak begitu tinggi, namun senyumnya membuat para wanita terpesona, kecuali Hyemin. Hyemin hanya membalasnya dengan memutar bola matanya malas. Ia lantas duduk di sofa empuk di samping pria muda bermata dan berwajah bulat. Senyum pria itu merekah setelah Hyemin duduk di sampingnya. Hyemin tak mengindahkan senyuman sapa pria itu. Namun pria itu tetap senang walaupun Hyemin tak membalas senyumannya.

“Jeongguk, bisakah kau obati ‘kekasih’mu itu? Sedari tadi dia tak menampakkan aura yang menyenangkan,” sindir pria tinggi―Seokjin. Pria yang dipanggil―Jeongguk―hanya terkekeh, sementara Hyemin mendelik tajam padanya.

“Ikuti saja alurnya. Sebab sejauh ini aku belum menemukan obatnya,” jawab Jeongguk santai. Hyemin spontan menyikut Jeongguk yang berada di sampingnya. Seokjin tersenyum jahil lantas mengacak rambut Hyemin kasar. “Kau …tak bisakah kau ceria di hari Senin ini?” Hyemin menopang dagu, menyesap cappucino pesanannya. Ia mengerucutkan bibir tanda tak suka.

“Tak bisa,” tegas Hyemin seraya mengetuk-ngetuk meja. Melihat tingkah Hyemin yang kian parah, Jeongguk berniat memulai aksinya. Ia memberikan isyarat pada Seokjin untuk melakukannya sekarang juga. Tak hanya Seokjin, Jeongguk juga memberikan isyarat untuk kawan-kawannya yang tengah bersembunyi di balik dinding.

“Kejutan!” Serempak Jeongguk dan kawan-kawannya berkumpul di depan Hyemin. Sontak Hyemin terkejut, ia menatap kawan-kawannya satu persatu. Wajah mereka dipenuhi oleh kebahagian tersendiri.

Pabo!” Hyemin menstabilkan nafasnya dan bersandar di sofa. Jeongguk terkekeh, ia benar-benar tak menyangka jika Hyemin akan seperti ini, “Kau ini, bukankah kau hari ini berulang tahun? Apa kau lupa? Pikun!” Jeongguk tertawa lepas dan diikuti  tawa tertahan dari kawan-kawan yang lain. “Bisakah kau diam?” Hyemin menatap tajam pada Jeongguk. Jeongguk justru tertawa geli pada Hyemin.

“Kau benci hari Senin, tetapi hari ini kau berulang tahun. Apa kau tetap akan membenci hari Senin?” Pertanyaan dari seorang Min Yoongi menohok Hyemin. Namun ia tak peduli dengan ucapan Yoongi. “Sekali tak suka, tetap tak suka.” Bantah Hyemin seraya melipat kedua tangannya di depan dada dan membuang muka dari kawan-kawannya.

“Meskipun kau akan diberikan sesuatu yang spesial di hari Senin?” Goda Jung Hoseok pada Hyemin. Hyemin melirik Hoseok sekilas, namun ia tetap membuang muka. “Dasar gadis tsundere!” Taehyung mengacak rambut Hyemin dan duduk di sebelah Hyemin.

“Kau ini, bukannya berterima kasih karena kami mengingat hari ulang tahunmu, kau justru tak menyukainya. Kalau begitu …” Ucap Taehyung kemudian lantas mengerling pada Jeongguk. Jeongguk tersenyum puas lantas duduk di samping Hyemin. Ia menepuk lembut kepala Hyemin, “Aku akan memberikanmu hadiah paling istimewa dari semua itu, Hye.” Nada Jeongguk mulai serius, ia tersenyum mengerikan. Hyemin mulai merasakan aura yang tak menyenangkan. Lantas Hyemin berdiri menjauhi Jeongguk.

“Menjauh dariku!” Bentak Hyemin pada Jeongguk, Jeongguk menggeleng lemah. “Apa kau tak mempercayai sahabatmu ini?” Hyemin terbungkam, namun ia tetap bergaya seakan ia tak peduli dan tetap menjaga identitasnya sebagai yeoja dingin. “Tidak, embel-embel sahabat tak memengaruhi apapun,” Hyemin merapikan surainya yang diacak-acak oleh kawan-kawannya. Tiba-tiba saja tepukan hangat di bahu Hyemin membuatnya menoleh.

“Jujurlah pada dirimu sendiri, Hyemin, kalau kau sebenarnya menginginkannya,” Namjoon mengulas senyum, namun Hyemin tetap mendecak. “Menginginkan, apa, Namjoon? Aku tak menginginkan apapun,” ucap Hyemin tegas.

Jeongguk mendesah, “Semenjak dahulu, kau selalu seperti ini, Hye. Kami heran denganmu,” tutur Jeongguk. Hyemin menoleh pada Jeongguk lantas mendekati Jeongguk. “Untuk apa heran padaku? Tak ada gunanya.” Hyemin menyibak poninya, sementara Jeongguk terlihat sedikit frustasi.

“Kau begitu dingin, Hyemin. Apakah ada sesuatu yang dapat membuatmu luluh?” Jimin kini angkat suara. Namu Hyemin tak membalasnya, justru ia mengedikkan bahu tanda tak tahu. Semua mendesah kecuali Jeongguk, “Jika aku mengetahuinya, mungkin sudah aku lakukan untuk …” Semua menatap Jeongguk, sementara Jeongguk salah tingkah.

“Ti-tidak, l-lupakan saja,” ucap Jeongguk kemudian.

“Sudahkah acara ini selesai? Aku ingin pulang,” Hyemin bersiap untuk pulang. Ia mulai berbenah dan siap untuk angkat kaki dari kafe. Jeongguk yang melihat Hyemin akan pergi, juga bersiap-siap. “Aku juga akan pulang. Pulang bersama?” Jeongguk menawarkan diri pada Hyemin. Hyemin menatap Jeongguk bingung, namun akhirnya Hyemin mengangguk.

“Hei!” Sontak kawan-kawan dua sejoli itu berseru, Jeongguk terkekeh. Hyemin tak mempedulikannya, ia berjalan lebih dulu menuju parkiran mencari mobil Jeongguk.

“Terima kasih untuk hari ini, kawan. Langkah pertama kita sukses.” Jeongguk tersenyum bahagia pada kawan-kawannya. Namjoon mengernyit, “Sukses? Bagaimana kau bisa menyimpulkan bahwa rencana kita sukses?” Jeongguk mengeluarkan kunci mobil dari saku celana dan membawa hadiah dari kawan-kawan untuk Hyemin bawa pulang.

“Buatlah Hyemin lelah dengan perlakuan kita padanya. Itu adalah salah satu cara meluluhkan Hyemin. Bukankah kalian melihatnya?” Semua mengangguk setuju dan ber”oh” ria. Rencana awal mereka sukses untuk membuat Hyemin menjadi seorang gadis yang lembut. Namun jauh di dalam lubuk Jeongguk, rencana ini bertujuan agar dia dapat memiliki Hyemin. Sambil menyelam minum air, pikirnya.

“Kalau begitu, besok kita lancarkan rencana selanjutnya. Terima kasih, kawan. Aku pergi dulu.” Jeongguk membawa hadiah Hyemin dan keluar dari kafe.

***Unsuspecetd***

“Kau! Kenapa kau begitu berambisi untuk membuka diriku di depan kawan-kawan?” Pertanyaan Hyemin membuat Jeongguk tersentak. Tak biasanya Hyemin menaikkan nada ketika ia dijahili oleh kawan-kawannya. Jeongguk mendesah, “Bukankah aku sedari dulu melakukan hal itu?”

Hyemin mendesah dibarengi berhentinya mobil di depan traffic light. Hyemin menyisihkan poninya, “Tetapi yang ini berlebihan.” Ucapnya sedikit pelan. Jeongguk tersenyum simpul, dibelainya rambut Hyemin yang berantakan akibat angin sepanjang perjalanan.

“Maafkan aku, aku hanya ingin kau lebih terbuka saja,” tutur pemuda itu seraya mengulas senyum tulus. Hyemin memalingkan muka, tak ingin melihat senyum Jeongguk. “Cukup!” Hyemin menjauhkan tangan Jeongguk dari kepalanya, ia tak ingin pemuda itu seakan-akan dekat dengannya. walaupun mereka adalah sahabat dekat.

“Ada apa denganmu? Biasanya kau tak menolak?” Jeongguk menginjak gas mobil, sementara Hyemin menatap lurus ke depan. Pikirannya melayang entah kemana, karena ia ingin keluar dari topik ini.

“Baiklah jika kau tak ingin menjawab. Aku tak memaksa,” imbuh Jeongguk. Hyemin tak bergeming, tetap pada posisinya hingga ia tiba di apartemennya.

Jeongguk turun dari mobil lantas membukakan pintu untuk Hyemin. Gadis itu keluar dari mobil. Tanpa mengucapkan apapun, ia melenggang masuk ke dalam apartemen. Jeongguk menatap nanar gadis itu, “Sungguh gadis yang dingin,” batinnya seraya memarkirkan mobil.

CKLEK

Pintu apartemen dibuka Hyemin, ia langsung membanting tubuhnya di atas sofa, membuang semua kepenatan.

“Apa yang dipikirkan oleh pria itu? Ck! Menyebalkan!” Gumam Hyemin sembari membuka ponsel. Ia melihat kalendar, tanggal 23 September. Hyemin menyeringai, “Bagaimana aku bisa lupa hari lahirku? Pabo,” tutur Hyemin. Ia meletakkan ponselnya di atas meja, tak peduli dengan semua pesan masuk. Bukankah niatnya hanya membuka kaledar?

“Ya, kau memang bodoh.” Hyemin melirik kehadiran pemuda yang tengah berdiri di ambang pintu. Jeongguk melipat tangannya di depan dada dan bergaya sok gaul, “Cih!” Umpat Hyemin tak suka.

“Berhentilah bersikap layaknya kau seorang model, kau tak pantas.” Sindir Hyemin sarkas. Jeongguk terkekeh, ia melangkah memasuki apartemen Hyemin. Duduk di samping gadis dingin itu dan mencoba merangkul pundaknya. Namun Hyemin menepisnya lebih dahulu dan berdiri meninggalkan Jeongguk.

“Hah, kau ini. Ingat kata Namjoon, jujurlah pada diri sendiri.” Hyemin diam tak bergeming, ia menggigit bibir bawahnya. Tak ingin melihat Jeongguk di situasi seperti ini. Ya, Hyemin sebenarnya menipu perasaannya sendiri, namun ia tak ingin mengakuinya.

“Diamlah!” Bentak Hyemin tanpa menoleh sedikitpun pada Jeongguk. Ia memegang kuat-kuat pisau yang sedang ia gunakan untuk mengupas apel.

“Ya, kau benar, Jeongguk.”

 

 

Bersambung

Advertisements

2 thoughts on “[Chaptered] Unsuspected (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s