[ONESHOOT] Valentine Chocolate

valentine-chocolate-poster-to-shin-sung-ri

[ONESHOOT] Valentine Chocolate

Author : Shin Sung Ri

Cast : Jeon Jungkook, Shin Sung Ri (OC)

Length : One shoot

Genre : Romance, Sad, Hurt, School life

Rate : T

Poster by : parkkarin813@HSG Khamsa hamnida.. *deep bow* 😀

Note : harusnya ini posting pas valentine kemaren, tapi karna saat itu ada sesuatu jadi kutunda deh. pernah diposting di beberapa blog lainnya ya. Oke kalo gitu. Happy reading aja deh ya!! 😀

Your so handsome, but your so selfish..’

#

Sung Ri POV

Dengan penuh semangat aku berlari menuju rumah Jungkook. Ya, seorang artis besar itu adalah namjachinguku. Ini bukanlah mimpi atau khayalan belaka, melainkan ini adalah kenyataan. Aku hanyalah gadis biasa yang dengan keberuntunganku bisa memiliki namja tampan, dengan suara yang memikat hati para wanita sepertinya. Beruntung bukan? Namun, demi menjaga privasinya aku tak diperbolehkan berbicara padanya saat di sekolah dan melakukan komunikasi dalam bentuk apapun saat didepan orang banyak. Aku hanya diperbolehkan berhubungan dengannya saat ia tak memiliki jadwal, bahkan selama ini kami hanya berhubungan melalui ponsel. Meski begitu, aku tetap mengerti mengapa ia menetapkan peraturan seperti itu.

Bahkan sebenarnya, aku tak diperbolehkan untuk mengunjungi rumahnya. Atau lebih tepatnya dorm BTS. Namun karna selama 2 hari terakhir ini ia tidak bisa masuk karna jadwalnya yang padat, membuatku harus membuatkan catatan untuknya. Aku tak mau ia harus tertinggal pelajaran hanya karna kesibukannya.

Aku telah sampai di dormnya, dengan segera aku mengetuk pintu itu. Dan memunculkan sosok namja tampan yang merupakan salah satu member BTS juga. “Oh? Sung Ri-ssi? Kau datang rupanya, silahkan masuk..” ujarnya ramah padaku.

“Oh tidak usah.. mm.. Suga Oppa? Bisakah kau memanggil Jungkook? Ada yang harus kuberikan padanya..” ucapku sembari menunjukkan buku catatan yang kubawa.

“Oh baiklah, arraseo..” ia pun meninggalkanku dan pergi ke dalam. Tak lama sesosok namja yang kutunggu pun datang. Aku tersenyum gembira menatapnya, namun ekspresi dinginnya membuatku merasa tak enak.

“Mau apa kau kemari? Kan sudah kubilang, kau tidak boleh datang kemari. Kalau ada yang lihat bisa bahaya. Kau ini bagaimana, susah sekali untuk menuruti apa yang kuminta..” ucapnya ketus padaku. Aku masih berusaha tersenyum dihadapannya, “Ta-tapi, jungkook-ah? Aku hanya ingin memberikan ini, kau kan sudah ti—“

“Sudahlah, hal itu kan bisa kau berikan saat kita bertemu lain waktu. Tentunya bukan sekarang. Sung Ri-ah? Lebih baik kau pulang, aku lelah. Aku ingin istirahat!”

“Ta-tapi Jungkook-ah, ini penting un—“

BRAK!

Aku hanya terdiam menatap pintu yang menegaskan untukku agar pergi. Aku hanya menurutinya, dan berjalan pergi dalam keadaan kecewa.

Sung Ri POV End

Jungkook POV

“Aish, dia itu menyebalkan sekali..” gumamku perlahan. Aku mulai melangkahkan kakiku dan menjatuhkan diriku diatas sofa. “Wae?” kata Suga Hyung sembari menatap tv dihadapan kami.

“Dia itu menyebalkan..”

“Nugu?”

“Sung Ri.”

“Yeojachingumu, huh?”

“Sulit kupercaya, tapi mengapa aku bisa memiliki yeojachingu sepertinya..” aku berfikir ulang, dan mengembalikan ingatan ku tentang bagaimana aku bisa menjadi namja chingunya.

“Jangan begitu..” ucap Suga Hyung yang menyeka ingatanku. “Mwo?”

“Bagaimana pun juga, dia itu yeojachingumu.. bersikap baiklah padanya, seperti ia bersikap baik padamu. Mengertilah perasaan yang ia miliki terhadapmu, seperti bagaimana ia mengerti apa yang kau katakan.”

“Tapi hyung, kan sudah kubilang jangan bicara padaku saat di depan umum. Bahkan sudah kubilang untuk tidak mengunjungiku ke dorm. Apa ia tidak bisa melakukan hal yang mudah seperti itu?”

“Jangan salahkan dia, dia memiliki niat baik.. percayalah, dia melakukan itu demi kebaikanmu juga. Jangan terlalu buruk padanya, jika kau tidak bisa memperlakukannya dengan baik lebih baik putuskan saja..”

“Mwo? Aku mencintainya hyung, tapi dia itu—“

“Daripada menyakiti gadis baik sepertinya, lebih baik kau putuskan saja. Untuk apa kau menyiksanya terus menerus? Kau tau, kurasa dia gadis yang sangat sabar menghadapimu. Aku tak tega melihat kau bersikap buruk padanya.” Aku terdiam mendengar ucapan Suga Hyung, tapi bagaimana pun juga apa yang selama ini kulakukan itu benar. Tak ada yang salah mengenai hal itu bukan? Aku ini seorang artis, alangkah baik bila aku bisa menjaga privasiku. “Besok kau pergi sekolah, bukan?”

“Ne.. wae? Kurasa jadwalku agak renggang besok..”

“Baguslah, minta maaf dan bersikap baik padanya..” ucapan Suga Hyung membuatku bertanya-tanya. “Mwo? Hyung, aku tak bisa melakukan itu. Kau tau kan, aku—“

“Ah benar, privasimu.. kau tau apa pendapatku tentang privasimu itu? Huh.. bedebah dengan privasi sialanmu itu!”

“MWO? YAK HYUNG!!”

Jungkook POV End

Sung Ri POV

Aku berjalan perlahan dan memeluk erat buku yang sebelumnya kubawa untuk Jungkook. Namun kurasa tindakanku benar-benar bodoh, kuyakin ia pasti akan memarahiku esok hari bila ia pergi sekolah. Ah tidak, tidak mungkin ia memarahiku. Ia kan tidak mau berbicara denganku disekolah. Tak kukira, menjadi yeojachingu seorang artis itu sangatlah sulit.

Tiba-tiba, aku merasa rintikan hujan turun membasahi tubuhku. Aku menatap ke langit dan benar saja, hujan itu menyerangku bersama dengan segerombolan kawanannya yang membuatku basah kuyup. Aku tak peduli pada hujan ini. Aku hanya terus melangkah dengan memeluk erat buku itu demi melindunginya dalam langkahku menuju rumah tanpa memperdulikan tubuhku yang telah merengek kedinginan.

Keesokan harinya..

Seperti apa yang dikatakan ibuku. Bibir pucat, mata sembab seperti panda dengan lingkaran hitamnya, dan dahiku yang panas. Mungkin efek hujan tadi malam, pikirku. Ibuku menyuruhku untuk tetap istirahat, namun aku tak berpikir demikian. Aku merasa harus memberikan buku ini padanya, jadi aku berangkat lebih pagi dan berencana meletakkan ini di mejanya.

Dan benar seperti dugaanku, sekolah masih sepi. Tak ada seorang pun di dalam kelas, dengan segera aku meletakkan buku ini di mejanya yang berada tepat disamping mejaku. Setelah meletakkan itu, aku hanya terduduk di kursiku dan menundukkan kepalaku hingga menyandar diatas mejaku.

Sung Ri POV End

Author POV

Jungkook berjalan tenang menuju kelasnya, sesekali ia menghentikan langkahnya dan menerima sesuatu yang dianggap istimewa hari itu. Ya, coklat. Ia ingat betul hari ini adalah hari valentine, ya hari kasih sayang ini tentunya ia akan mendapatkan banyak coklat dari fansnya. Namun, ia bertanya-tanya apakah ia akan mendapatkan coklat dari Sung Ri.

Ia sampai di kelasnya. Seperti biasa meski terlihat cuek, namun tetap saja tatapan dinginnya tertuju pada sosok gadis yang tertunduk lesu dengan rambut yang terurai di sekitar wajahnya yang membuat Jungkook tak bisa melihat wajahnya.

‘Apa yang terjadi padanya?’

Sejalan dengan pikirannya sebuah buku catatan telah berada di atas mejanya. Ia mengambilnya dan sesuatu terjatuh dari selipan buku itu. Sebuah coklat dengan note kecil yang menempel di bungkusnya menarik perhatiannya. Ia mengambilnya dan membacanya.

‘Happy Valentine Day Jungkook-ah!! Meski ini hari kasih sayang, aku ingat kau tak memperbolehkanku memanggilmu ‘Chagi’ seperti kebanyakan seorang gadis pada namjachingunya. Mianhae.. aku tak bisa memberi ini langsung padamu, seperti yang kau bilang aku tidak boleh berbicara padamu di depan umum. Dan juga buku catatan ini untukmu, aku khawatir kau tertinggal pelajaran jadi aku juga membuatnya untukmu. Mianhae aku tak memberimu ini kemarin saat kita bertemu, kau terlihat kesal padaku.. maaf ya, jika sikapku ini benar-benar salah dimatamu. Tolong terima ya! Jika kau tidak menerimanya, anggap saja sebatas kado dari salah satu fans mu! Semoga membantu! Saranghae.. From: Shin Sung Ri hanya fansmu.’

Jungkook membacanya penuh prihatin, terlebih lagi tulisan hanya fans itu selalu terlintas di otaknya dan mempertanyakan status mereka sebenarnya. Ia bertanya dalam hatinya, apa gadis itu hanya fans nya atau yeojachingunya? Ia terus menatap Sung Ri yang masih dalam posisi tertunduk. Ia langsung mengirim sms pada gadis itu. ‘Kau baik-baik saja?’

Tiba-tiba gadis itu terbangun dan memegang kepalanya. Tanpa menoleh kearah Jungkook gadis itu hanya bangkit dan berjalan lemas menuju pintu kelas. Namun tiba-tiba,

BRUK!

Gadis itu terjatuh pingsan, tak sadarkan diri. Jungkook merasa terkejut, saat menatap Sung Ri pingsan. Teman-teman kelasnya yang lain sibuk mengerubungi gadis itu namun ia hanya bisa menahan diri untuk tidak bangkit dan melihat keadaannya agar hubungan mereka tidak terbongkar. Tiba-tiba seorang namja datang dan langsung menopang tubuh gadis malang itu menuju UKS. Jujur saja, adalah rasa kesal, khawatir, dan penyesalan itu menjadi satu dan bercampur aduk dalam benaknya.

Author POV End

Sung Ri POV

Aku mulai membuka mataku perlahan, terlihat buram namun lama-lama semakin terlihat jelas. Atap putih yang tak biasa kulihat itu membuatku terbangun. “Eh, tenanglah.. jangan bangun dulu..” seseorang berbicara padaku, benar saja seorang perawat di UKS sekolah.

“Kenapa aku ada di sini?” ucapku lemas sembari kembali merebahkan tubuhku. “Kau pingsan, kenapa kau harus sekolah saat demam seperti ini?” pertanyaan perawat itu hanya kubalas seulas senyum dari bibir pucatku.

“Kalau begitu, bisakah aku kembali ke kelas?” pertanyaan ku ini justru membuat mata perawat itu menatap tajam padaku. “Kau kan sedang sakit! Huh.. aku tak bisa membiarkan mu pergi. Beristiralah disini.. aku pun sudah memberikan surat ijin ke guru di kelasmu. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Aku hanya terdiam mendengan ucapan perawat itu, jujur saja hanya Jungkook yang kufikirkan saat ini. Apa ia tak masuk atau bagaimana ya? Apa ia menerima coklat dan buku dariku? Aku benar-benar ingin tau.

“Minumlah obatnya..” perawat itu menyodorkan sebuah obat dan gelas padaku. Aku pun bangkit dan terduduk di tempat tidur ini. Aku meminumnya dan terdiam. “Oh iya, sebentar lagi kau akan kuantar pulang. Agar kau bisa lebih leluasa beristirahat dirumah ya.” Senyuman perawat itu kusambut kembali dengan anggukan. Jujur saja, aku masih berharap namjachingukulah yang mengantarku namun pasti jawabannya adalah tidak mungkin.

Sung Ri POV End

Author POV

“Silahkan tunggu dulu disini, aku akan meminta ijin pada guru piket. Jangan pergi kemana-mana ya!” ucapan perawat itu hanya dibalas anggukan oleh Sung Ri. Gadis itu menopang dagunya di kakinya yang ia tekuk dan mengerucutkan bibirnya sembari memikirkan nasib coklat dan buku yang ia berikan pada Jungkook. Lamunannya pun pecah saat tiba-tiba seseorang menyelimuti kakinya dan menggendongnya ala princess. Gadis itu mengerjapkan matanya berulang kali dan tak percaya. “Jung-jung k-kook-ah?”

Gadis itu menatap tak percaya bahwa seorang Jungkook lah yang menopang tubuhnya saat ini. Dan jas namja itu digunakan untuk menutupi kaki gadis itu agar bagian dalam roknya tak terlihat. Sung Ri merasa tak enak karna sukses menjadi pusat perhatian semua orang. Teruatama para gadis yang tak henti-hentinya mencibir mereka berdua.

“Jungkook-ah? Turunkan aku, ppali! Aku tak enak dengan ucapan mereka semua.” Ucapan Sung Ri langsung dituruti oleh Jungkook. Sung Ri langsung tertunduk namun Jungkook langsung mendaratkan lengannya di bahu gadis itu. Sung Ri terkejut, dan menatapnya bingung.

“Jangan salah paham dengan kami. Kita sudah menjalin hubungan sejak lama, dia kekasihku. Siapa pun yang menganggunya atau berbicara hal yang buruk tentang dia akan berhadapan denganku. Arraseo?!” suara berat yang cukup keras itu disambut anggukan mantap dari semua orang disekitar itu. Dengan cepat namja tampan itu menggendong Sung Ri kembali. Semua gadis benar-benar merasa iri padanya.

Author POV End

Sung Ri POV

Aku mash tak mengerti dengan sikapnya yang berubah drastis seperti ini. Aku hanya terdiam menatap rumput hijau dibawah kakiku, ya kami sedang berada di taman dekat rumahku. Aku terkejut saat tangannya menyentuh dahiku. “Kau baik-baik saja?” aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya. Ia pun duduk di sebelahku. “Coklat dan buku itu, gomawo..”

Aku mendengar ucapannya, dan kembali mengangguk. “Mianhae..” ucapnya.

“Untuk apa?” tanyaku tak mengerti. “Untuk semua sikapku selama ini. Aku tau aku benar-benar namja bodoh yang egois selama ini. Maafkan aku tak bisa mengerti perasaanmu selama ini..” mendengar ucapanny, aku hanya tersenyum. “Tak apa, aku mengerti betul posisimu sebagai artis itu bagaimana. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah, lagipula kau sudah memberitahu semua orang dan memperbaiki keadaannya jadi ya itu semua membuatku merasa lebih baik..”

Ia menyodorkan sebuah coklat padaku. “Untukku?” ia mengangguk dan aku mengambilnya dengan cepat. “Jinjjayo? Gomawo! Boleh kumakan langsung?” ia kembali mengangguk menatapku. Seperti yang kukatakan, aku langsung memakan coklat itu dengan cepat. Aku tersenyum menatapnya sembari mengunyah coklat ini. Aku dapat melihat senyuman hangatnya dan jemarinya mengacak-ngacak rambutku. “Mm.. kau ini! Rambutku jadi berantakan. Tapi, gomawo! Telah memberiku coklat valentine yang manis. Ini adalah coklat valentine termanis yang pernah kumakan..” ujarku dengan gembira.

“Makannya pelan-pelan, coklatnya jadi menyebar di sekitar bibirmu. Lihat itu, aish.. sini kubersihkan.” Ia langsung menyentuhkan jemarinya di bibirku dan membersihkan coklat yang ada di sekitarnya. Aku hanya menatapnya, dan ia pun menatapku dengan dalam. Semakin lama ia mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Aku tak mengerti apa yang ia lakukan, namun spontan saja aku turut memejamkan mata seperti yang ia lakukan.

Tiba-tiba aku merasakan sebuah kehangatan menyentuh bibirku, tanpa ragu aku membalasnya. Setelah terdiam cukup lama. Ia mulai memagut lembut bibirku menenggelamkan ku dalam sebuah kehangatan yang ia berikan. Setelah cukup lama, aku merasa sesak dan memukul dadanya perlahan untuk mengisyaratkannya melepaskan tautan bibir kami.

“Saranghae..” ucapnya saat ia melepaskan ciuman pertama kami. Aku pun tersenyum gembira, “Nado, nado saranghae..”

Takkan pernah kulupakan hari indah itu, ciuman pertama kami.. atau pun coklat valentine termanis yang pernah kumakan. Gomawo Jungkook-ah! Atas coklat dan valentine termanis yang pernah kualami.

FIN

Silahkan berikan tanggapannya ya, ditunggu banget lho pendapatnya! Hehe.. 😀

See You at next Fanfiction! 😀

Advertisements

7 thoughts on “[ONESHOOT] Valentine Chocolate

  1. Hmm… Sweet banget^^ Emang awalnya Jungkook bikin sakit banget. Tapi untung aa Suga. Fyuuhh… Dia penyelamat hubungan mereka. Wkwk… Ff yang bagus^^ Keep writing, Thor…

    Like

  2. di awal cerita bikin greget sama sifat nya jungkook masa sama pacarnya gtu walaupun dia artis gk gtu jga ㅋㅋㅋ bikin emosi deh klau sifat jungkook gtu untung suga sdah menyadarkan nya happy ending dan jungkook sdh mmberitau hbungan ke siswa yg lain daebakkk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s