[TwoShot] How To Love Her? 2/2 (END)

how to love her

How To Love Her 2

ⓒ2014

by Lily Hana/ Jung Hana

Genre : Comedy, Angst, Hurt (maybe), Romance

Rate : T

Starring :

Kim Taehyung, Cho Yoonmi, Min Yoongi, and Kim Namjoon

Disclaimer : I Just own this Story, Casts are belong to god. Happy Reading!

*

Mengingat hal tadi, masih membuatku menangis. Sekarang ini aku berada didepan ruang UGD setelah sebelumnya aku dan Taehyung sama sama terisak dilorong rumah sakit.
Aku menatap baju yang kukenakan, basah dan bernoda darah sana sini. Kemudian menatap pintu UGD yang tetutup rapat. Sejurus air mataku tumpah. Aku takut terjadi suatu hal yang mengerikan pada Taehyung. Aku mengangkat kaki dan memeluknya, memendamkan kepalaku diantaranya lalu menangis lagi.

Kudengar suara hentakan kaki orang berlari. Suara itu makin dekat, tiba-tiba seseorang memanggilku.

“Yoonmi!” Itu Yoongi, “Ada apa?” Tanyanya sembari berusaha mengangkat kepalaku. Sementara air mata masih membasahi wajahku.

“Yoonmi-ah! Apa yang terjadi?” Tanya Yoongi lagi.

“Taehyung.. Taehyung..” Kataku sembari menghapus air mata yang terus bergulir dipipiku.

“Kenapa bajumu banyak darah? Kau terluka?” Yoongi menatapku khawatir.

“Bukan aku, ta..tapi Taehyung.” Jawabku.

“Taehyung kenapa?”

“Aku tak tahu.” Lalu kembali menangis.

Yoongi menepuk bahuku pelan, “Kita doakan saja yang terbaik untuk Taehyung. Semoga ia tak apa-apa.”

Ya semoga.

Aku mengangguk pelan dan tertunduk. Baru aku ingin memejamkan mata, Yoongi sudah menarik tanganku dengan paksa.

“Kau terlihat kacau. Ayo pergi ke taman rumah sakit ini.” Sekarang Yoongi sudah dalam posisi berdiri, namun ia masih menggenggam tanganku.

Benar katanya, aku memang terlihat kacau.

Akhirnya dengan berat hati aku bangkit dan mengikuti setiap langkah yang diambil Yoongi.

“Ada yang perlu kubicarakan padamu.”

*

Aku menatap dua anak kecil yang sedang bermain. Ralat, bukan dua tapi satu. Hanya anak perempuan itu yang sedang bermain, sedangkan anak yang lainnya hanya terduduk di sebuah kursi roda. Si perempuan berlari kesana kemari di tanah yang terhampar bunga, kurasa ia ingin memetik salah satu dari bunga itu. Ketika ia telah menemukan bunga yang menurutnya bagus, ia petik. Lalu memberikannya pada si anak laki-laki yang sedari tadi duduk memperhatikan anak perempuan itu. Anak laki-laki itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Melihatnya begitu, aku tersenyum juga. Aku jadi ingat Taehyung yang pernah memberikanku bunga. Konyolnya, ternyata banyak serangga dibunga itu. Aku sampai menangis karena serangga-serangga itu menggigit tanganku sampai berbekas. Taehyung langsung menyingkirkan bunga itu dan mengucapkan maaf berkali-kali.

Kenangan tentang Taehyung tak pernah terlupa olehku.

“Nih..” Tahu-tahu sesuatu yang dingin menyentuh kulitku, “Kau harus meminumnya!” Suruh Yoongi sembari mendorong minuman kaleng itu agar aku bereaksi.

“Terimakasih.” Ucapku lalu menyunggingkan senyum.

Yoongi berdiri sambil berkacak pinggang dan menghela nafas, “Untung aku kesini. Kalau tidak, kau pasti makin terpuruk didepan pintu UGD.”

“Yah, aku hanya ingin mengetahui keadaan Taehyung saja.” Aku membuka minuman kaleng itu dan meneguknya. Rasa leci. Pantas saja Taehyung cepat sekali menghabiskan minuman ini tadi.

“Ah! Ayo kita kembali keruang UGD!” Ajakku, “Jam berapa ini? Aku rasa operasinya sudah selesai.”

Yoongi menarik kerah tangannya dan melihat layar yang tertera di jam tangannya, “Ya, sudah dua jam berlalu. Ayo!”

Aku dan Yoongi memasuki gedung rumah sakit. Kebetulan kami telah sampai dikoridor, kami bertemu dengan dokter Minju. Ia menyapa kami, lalu mengajak kami keruangan kerjanya.

Meski wajahnya terlihat lelah, dokter Minju tersenyum hangat pada kami. Aku pun ikut tersenyum meski sedikit canggung.

“Aku punya kabar baik untukmu. Usaha kami membuahkan hasil, kau tahu, Taehyung berangsur-angsur sembuh. Yah, meski perubahannya tidak banyak. Ini adalah kasus kedua yang berhasil kutangani.” Dokter Minju menjelaskannya dengan senang. Ha, wanita ini hanya lebih tua beberapa tahun dariku, makanya sikapnya dalam berbicara suka heboh begini.

Aku dan Yoongi tersenyum senang.

“Benarkan? Taehyung akan segera sembuh?” Kata Yoongi, “Ia hanya terbentur meja dosen saja.” Aku hanya mengangguk.

“Kemungkinan besar, Taehyung bisa saja mengalami amnesia sebagian.” Kami berdua terdiam mencerna ucapan yang terlontar dari bibir dokter Minju. Kurasakan alisku turun, sama halnya Yoongi.

*

Aku melihat matanya yang tepejam indah, tak sadar aku tersenyum. Sambil menatapnya, aku mengelus-elus tangannya.

Aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Aku yakin itu Yoongi. Maka saat itu juga aku menoleh, tapi aku tak mendapatkan Yoongi, melainkan Namjoon.

“Yoonmi.. sejak kapan kau ada disini?” Tanya Namjoon bingung sembari menutup pintu.

“Kemarin.” Ucapku pendek, “Hei! Kenapa kau tak memberi tahuku sebelumnya kalau Taehyung sakit?” Lanjutku.

“Ah itu… aku benar-benar lupa.” Namjoon menggaruk tengkuknya setelah menjawab. Aku hanya menghela nafas, pun langsung menatap Taehyung lagi.

“Kau bertemu Yoongi?” Tanyaku.

“Tidak. Tapi aku ditelponnya tadi. Ia bilang kalau Taehyung menjalani operasi.”

“Yah, seperti yang kau lihat.”

“Aku bingung kenapa penyakitnya bisa sebegitu parah. Padahal ia hanya terbentur.” Komentar Namjoon.

“Ah ya, aku keluar sebentar ya?” Kata Namjoon kemudian setelah mendapatkan ponselnya yang bergetar. Aku hanya mengangguk.

Ketika pintu telah tertutup sempurna, barulah aku menyenderkan kepalaku disisi ranjang Taehyung dan tertidur.

*

Author pov

“Yoonmi-ah..” Suara serak itu berkali –kali memanggil Yoonmi, dan jangan lupakan gerakan tangannya.

Yoonmi menggeliat lalu merentangkan tangannya keudara. Ia sempat mengucek matanya sebelum akhirnya ia melihat didepannya.

“Eh.. Taehyung.” Ucapnya dengan santai. Sedetik kemudian ketika nyawanya terkumpul semua barulah ia kembali berucap, “Ka –kau bangun?!”

Taehyung beranjak duduk meski kepalanya terasa pusing, “Uh, memangnya kenapa?” Tanyanya, “Memangnya aku divonis mati, begitu?”

Yoonmi menggeleng, “Bu –bukan begitu. Kurasa baru tadi aku berdoa agar kau cepat sadar.” Yoonmi menyentuh bibir bawahnya dengan bingung. Sejurus kemudian ia mendongak melihat jam dinding, bahkan waktu baru terlewat setengah jam. Yoonmi benar-benar ingat tadi ia tidur jam satu siang.

“ –kemana Namjoon?” Tanyanya lagi.

“Namjoon? Dia temanmu?” Taehyung mengerutkan alis, sedangkan Yoonmi menoleh cepat setelah kalimat itu selesai terucap oleh bibir Taehyung.

“Namjoon temanmu juga, bodoh.”

“Sejak kapan aku mempunyai teman bernama Namjoon?” Tanyanya pada diri sendiri.

“Astaga! Kau amnesia?!” Tuduh Yoonmi.

“Apa?! Aku amnesia?! Kau gila! Aku masih mengingatmu, bodoh!” Bantah Taehyung.
Yoonmi hanya menghela nafas panjang. Mengingat apa yang dikatakan dokter Minju ialah benar. Taehyung amnesia sebagian. Tapi, kenapa ia mengingatnya? Kenapa ia mengingat Yoonmi saja? Kenapa Namjoon yang selalu bermain bersamanya sejak kecil tak ia ingat?

*

Semuanya berlalu begitu cepat. Namun sampai sekarang, Taehyung dan Yoonmi masih berteman. Kini Taehyung sudah melanjutkan kuliahnya meski terhenti selama setahun. Ia mengulangnya dari awal.

“Hai Taehyung!!!” Sapa Namjoon ketika ia melihat Taehyung yang sedang mengerjakan sesuatu di kantin, Ia langsung mengambil tempat duduk di samping Taehyung, “Ck ck ck, rajin sekali kau..”

Taehyung hanya mengerutkan alis dengan wajah sinis, “Siapa kau?”

Air muka Namjoon langsung berubah drastis.

“Ahaha.. kau tertipu lagi.” Taehyung tertawa. Sedangkan Namjoon memasang tampang lega.

“Kurang ajar kau!” Namjoon menjitak kepala Taehyung dengan kesal. Taehyung mengaduh.

“Eh, kau tidak bertemu Yoonmi?” Tanya Namjoon.

“Tidak. Kemana dia? Dari tadi pagi aku tak melihatnya.” Ucap Taehyung.

“Apalagi aku. Mungkin dia tak masuk.”

“Mana mungkin.” Ucap seseorang di seberang bangku mereka. Gadis itu menoleh dan langsung menyungging senyum, “Aku disini.”

Taehyung dan Namjoon hanya berekspresi kaget. Bahkan Namjoon hampir menjatuhkan minuman yang digenggamnya.

“Haha.. Kaget ya?” Kata Yoonmi. Keduanya hanya memasang wajah datar.

“Yaa!!”

*

Halaman gedung kampus mereka sangat luas sekali dan dipenuhi ilalang liar. Tapi disudut lain, terdapat taman bunga yang terhampar luas.

“Aaa.. bunga ini lucu sekali!” Yoonmi menunduk untuk mencabut bunga itu. Rambutnya yang jatuh menggantung, segera ia sudutkan di daun telinga.

Taehyung menatapnya dengan senyuman. Ketika gadis itu pergi ketempat lain dimana bunga-bunga yang berbeda jenis tumbuh, Taehyung dengan segera melakukan sesuatu.

“Yoonmi-ah!” Panggil Taehyung. Lelaki itu menggenggam sesuatu dibalik punggungnya.
Gadis itu menoleh, “Apa? Apa yang kau pegang?” Yoonmi menghampirinya dan menoleh sedikit untuk melihatnya. Namun gerak Taehyung mampu menghalanginya.

Taehyung melirik kearah kanan, “Maukah kau menjadi pacarku?” Tawarnya malu-malu. Ia memberi Yoonmi segenggam bunga yang diikat menjadi satu.

Yoonmi membeku dan terharu, “Tentu.”

“Terima kasih.” Taehyung mendekatinya, hingga jarak terpangkas menjadi lima senti, “Aku mencintaimu.” Bibirnya menyentuh bibir Yoonmi dengan lembut. Ketika ia melepaskannya, semburat merah mucul dipipinya.

.
.
.

“Aww.. So cheesy.” Kata Yoongi, lantas ia menyentuh pipinya.

“Diam, bodoh! Nanti ketahuan.” Namjoon melotot kearah Yoongi.

“Harus kuakui aku cemburu, hiks. Aku kan sudah menyukai Yoonmi sejak lama.”

“Eh? Kau menyukai Yoonmi?!” Tanya Namjoon tak percaya.

“Iya. Jangan-jangan kau juga?” Tuduh Yoongi.

“Kalau dibilang suka, iya sih.” Ujar Namjoon pelan.

“Aku tahu Yoonmi menyukai Taehyung. Sikapnya pada Taehyung sangat jelas terlihat.” Alis Yoongi turun. Ucapannya terdengar kecewa, “Ah, tapi tak apa.”

Namjoon dan Yoongi terdiam sesaat.

“Ayo cepat ambil gambarnya lagi!” Kata Namjoon dengan semangat.

 

 

-END-

A/N :

Maaf baru pos 😦 Aduh aku tau ini lama banget 😦

Tapi untungnya udah selesai, fiuuhh..

Mind to give me a review? 🙂

Advertisements

4 thoughts on “[TwoShot] How To Love Her? 2/2 (END)

  1. Duh bagian akhirnya astaga-_-” tuh anak dua kapan sih tingkahnya waras? /dilemparin batu ama author._./
    Saran (lagi) boleh ga? Kalo akhiran nama -ah atau engga -ya, (contoh : Taehyung-ah) yg ah ya(?) itu di italic ya 🙂 hehe maaf kalo terkesan menggurui._.
    Ini gak disangka lho endingnya! Wow pokoknyaa~ two tumbs for you! (y)

    Liked by 1 person

    1. Wkwk ah menurutku endingnya maksa, soalnya bingung mau diapain tu ff. Daripada kehabisan waktu dan gak dapet feel sama sekali, jadi kubuat begitu..
      Terima kasih sudah baca dan komentar ya XD

      Like

  2. Maap yaak baru komen disini
    Dari prolog sampe chap 2 … KEREEENN THOOOR!! penulisannya rapih, bahasanya juga enak 😍😍😍🎉🎉
    NJIIIR NJOON SAMA YOONGI TERNYATA SUKA JUGA AMA YOONMI 😂😂
    UDEH LAH KASIH KE TAEHYUNG AJA ..
    GUE SENENG EPEPNYA HAPPY ENDING!!
    KEEP WRITING THOOOR!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s