[TwoShot] How To Love Her? 1/2

how to love her

 

How To Love Her 1

ⓒ2014

by Lily Hana/ Jung Hana

Genre : Comedy, Angst, Hurt (maybe), Romance

Rate : T

Starring :

Kim Taehyung, Cho Yoonmi, Min Yoongi, and Kim Namjoon

Disclaimer : I Just own this Story, Casts are belong to god. Happy Reading!

*

 

Ketika matahari sudah tepat diatas kepala, aku dan Taehyung segera keluar dari rumah sakit dan berencana untuk duduk-duduk ditaman. Kami membicarakan tentang libur musim dingin. Aku harap ketika musim dingin tiba, Taehyung bisa menginap dirumahku sebentar. Yah, untuk melepas rindu selama 3 bulan tak bertemu karena kesibukan kami masing-masing, juga mengobrak-abrik barang-barang masa kecil kami dulu yang masih tersimpan rapi dikolong lemariku. Ehm, meski berdebu sekali.

“Taehyung, kau tak berencana berlibur ke luar kota atau keluar negri kan?” Aku mendongak sedikit agar dapat melihat Taehyung dengan jelas.

“Tidak, kenapa?” Ia malah balik bertanya.

“Apakah ibumu mengijinkanmu untuk tinggal dirumahku selama beberapa hari dimusim dingin nanti?” Terkadang, ini lah masalah kami. Ibu Taehyung tak suka anaknya menginap dirumah temannya, meski sama-sama lelaki sekalipun. Sungguh, kami tak akan melakukan hal yang aneh-aneh kok.

“Entahlah. Ibuku ada di Busan selama beberapa bulan, jadi aku bebas.” Ungkapnya, “Jadi.. aku bisa menginap dirumahmu..” Kulihat lelaki itu tersenyum senang.

“Kau tak mengajak adikmu?”

Mendengar itu ia langsung menyeru, “Ah tentu saja! Dia tak berani sendirian.” Namun suaranya langsung mengecil ketika mengingat betapa repotnya jika bersama anak itu, “Tapi, memangnya kau tak keberatan menyilahkan bocah itu masuk kerumahmu?” Tanyanya takut-takut.

“Yah, jika kau menjaganya dengan baik.” Kemudian aku tertawa, “Aaah.. dingin!” Teriakku ketika merasakan benda yang sangat dingin dileherku.

“Yaa!! Dingin kan?”

.
.
.

“Yaa!! Dingin kan?”

Aku membuka mataku perlahan lalu mendapati Taehyung yang sedang menggenggam kaleng minuman. Ia berdiri dihadapanku dengan tatapan konyolnya. Kemudian aku menyadari sesuatu… ternyata aku hanya bermimpi.

“Kau mengganggu tidurku!” Seruku sarkatis.

Taehyung hanya terkikik geli melihatku lalu duduk disampingku.

“Kau bergumam tak jelas sejak tadi..” Kemudian berkata lagi, “Kau sedang bermimpi tentangku ya?” Tanyanya lalu meneguk minuman kaleng itu.

“Ingin sekali dimimpikan olehku?” Aku menjulurkan lidah kearahnya yang tiba-tiba berhenti meneguk minuman kaleng itu. Ia menatapku kesal.

Tak kusangka, ia malah mencubit pipiku, “Jangan bohong.. tadi kau menyebut namaku.”

Eh? Aku?

“Hahaha.. mana mungkin!” Sanggahku cepat. Kurasakan pipi ini sudah memerah karenanya. Ish, dasar Kim Taehyung.

Taehyung hanya memutar bola matanya malas, “Ya.. ya.. terserahlah!”

Aku tertawa, sungguh. Melihat mulutnya yang ditarik kebawah membuatku gemas padanya.

“Nah kan kau mulai lagi!” Dia marah karena kucubit tangannya.

“Ck ck ck.. kau masih sama seperti dulu ya..” Kataku, “Aku jadi ingin kembali ke masa kecil kita dulu..”

“Yah, aku juga.” Ia kembali meneguk minuman kalengnya.

“Kau tau, aku muak dengan semua tugas dan skripsi yang diberikan oleh dosen. Aku ingin seperti dulu, bisa kabur saat pelajaran kapan saja. Tinggal memberikan sepeser uang kepada Bong Sun, cewek gendut yang menjadi sekertaris kelas dulu, kau bisa kemana saja.” Aku terbahak mengingat itu.

“Sekarang cewek mata duitan itu bagaimana ya?” Tanya Taehyung, “Apakah dia sudah diet sesuai janjinya?” Kami berdua terbahak kencang setelah Taehyung menyelesaikan perandaiannya.

Aku melirik wajahnya sekilas, “Hei, aku juga ingin melihatmu sehat seperti sedia kala. Cepatlah sembuh!”

Taehyung mengangguk, “Tentu!”

Aku tersenyum getir ketika mengingat ucapan dokter Minju semalam. Kuharap Taehyung benar-benar sembuh dari penyakit ini. Aku merasa kasihan padanya. Selama ini ia tak pernah merasakan apa itu cinta –meskipun ia pernah merasakan cinta kepada keluarga dan sahabat sepertiku, tapi cinta kepada lawan jenis ia tak pernah merasakannya.

Aku menyukainya sejak kami menginjak kelas pertama di sekolah menengah pertama. Lelaki ini makin kusukai saat ia menolongku dari kecelakaan maut. Untunglah kami hanya mengalami luka lecet setelahnya. Tapi Taehyung tetap yang paling parah dibanding aku. Waktu itu aku menangis kencang saat melihat luka yang terhias dilutut kanannya, tapi ia malah mengelus-elus pipiku agar aku tak menangis lagi dan tangisanku malah makin kencang.

“Hei, kenapa senyum-senyum begitu?” Taehyung menyadarkanku. Aku menghela nafas. Hah, lelaki ini gemar sekali sih mengganggu pikiranku.

“Ah, kau menggangguku lagi!” Rutukku.

“Kau memikirkanku lagi ya?” Tebaknya. Tepat Taehyung, tebakanmu tepat sekali.

“Kau ini! Eh, kau mau ke kantin rumah sakit ini? Kau belum pernah kesana kan?” Ajakku tiba-tiba, tepat ketika Taehyung menghabiskan minuman kalengnya itu.

“Aku sudah pernah kesana kok dengan Namjoon. Aku akan mengantarkanmu saja.”

“Benar nih?” Godaku. Biasanya ia girang sekali jika kuajak makan.

“Aku serius.”

“Kau tak butuh kursi roda atau sejenisnya?” Tanyaku.

“Kau tak lihat tadi aku membeli minuman tanpa kursi roda?” Ucapnya, “Tapi, aku ingin pakai kursi roda saja.” Katanya lagi.

“Baiklah baiklah..”

 

*

 

Aku mengulum senyum ketika Taehyung datang ke kursi tempatku duduk. Ia menenteng nampan yang berisi beberapa roti dan minuman kaleng. Wajahnya terpapar sinar matahari pagi yang masuk lewat celah-celah kecil jendela kantin –tampak begitu tampan.

“Yaampun, kedatanganku membuatmu tersenyum ya?”

“Sejak kapan kau jadi percaya diri begini?” Tanyaku penuh selidik, “Hei! Kenapa kau tak menggunakan kursi rodamu hah?!” Aku baru menyadari ketika melihatnya duduk dihadapanku.

“Ah, aku tak terbiasa.” Ia mengibaskan tangannya kearahku, “Ayo makan!”

“Kau bilang tadi tak ingin makan kan? Kalau begitu, ini punyaku semua.” Aku merebut roti yang sudah ia gigit separuh. Kulihat ia cemberut dan membuka roti yang lain.

“Yaa Yaa!! yang rasa coklat ini punyaku!” Aku merebut roti yang baru saja ia buka tadi lalu mengembalikan roti yang tinggal separuh itu. Kemudian ia tertawa keras. Kau tau kan sekeras apa jika Taehyung tertawa?

“Hei, kau ingin pudding coklat?” Tawar Taehyung padaku. Huh? Pudding coklat? Makanan kesukaanku yang menjadi pantangan 2 minggu terakhir karena dompetku menipis diakhir bulan.

“Bo.. boleh.”

“Jangan malu-malu begitu. Baiklah, tunggu disini ya..” Taehyung bergegas membeli lagi.

“Siapa bilang aku akan pergi!” Teriakku. Taehyung menoleh dan membentuk tanda ‘OK’ dengan jarinya. Aku tersenyum kemudian melanjutkan makan roti coklat yang tergenggam ditanganku.

Ketika aku melirik iseng kearah kiri meja kami, aku melihat wanita dengan surai pendek duduk sendirian dengan setumpuk kertas yang tebal. Bukankah dia dokter Minju?

Aku menyeru, “Hei dokter Minju!” sembari mengangkat tangan sesiku.

Wanita itu menoleh dan tersenyum, “Hei Yoonmi! Kau menginap disini?”

“Yah, jam satu pagi aku baru keluar dari ruang kerjamu dan aku takut pulang sendirian. Jadi kuputuskan untuk menjaga Taehyung.” Jelasku, “Kau lembur?” Aku melirik kearah tumpukan kertas yang ada didepannya.

“Yaa begitulah.. Kau kemari bersama Taehyung?” Kata dokter Minju sambil memperhatikan Taehyung yang menunggu dengan sabar didepan toko dessert.
Aku menoleh kearah Taehyung, “Iya. Dia sedang membelikan pudding untukku.”

“Bagus kalau begitu.” Dokter Minju tersenyum, “Tapi jangan biarkan dia banyak bergerak.” Jelasnya.

Aku mengangguk, “Iya aku mengerti…”

“Oh iya, aku telah menetapkan jadwal operasi untuknya.”

Seketika aku menoleh, “Huh?”

“Kenapa kaget begitu?” Dokter Minju menatapku heran.

“Kau benar-benar akan melakukan operasi padanya?”

“Iya, memang kenapa?” Dahi dokter Minju mengkerut.

“Tidak apa-apa. Aku harap kau melakukan yang terbaik untuk Taehyungku!” Aku menekankan kata taehyungku yang terselip diakhir kalimat.

“Taehyungmu? Kau pacaran dengannya?” Tanyanya, “Atau hanya sekedar panggilan saja?”

Aku menepuk bahu dokter Minju pelan, “Ah! Taehyung itu memang milikku!”

“Ya.. ya.. terserah kau. Eh, Taehyung…” Seketika aku menoleh dan mendapati Taehyung yang menenteng dua pudding coklat. Aku menatap dokter Minju kembali dan memejamkan mata sekejap. Semoga dia tak dengar apa yang kuucapkan tadi.

“Eh, Taehyung!” Aku berbalik dan tersenyum padanya. Kulihat Taehyung menatapku aneh. Ya tuhan, semoga ia tak menguping pembicaraan kami.

“Maaf dokter Minju, aku hanya membeli dua pudding coklat. Aku tak tau jika kau ada disini.” Katanya basa basi.

“Ah tak apa. Aku sedang tak lapar. Kalian berdua makan saja.”

Taehyung duduk dan menyodorkan satu pudding cokelat kepadaku. Ia memberi isyarat agar aku makan. Aku mengangguk mengerti.

Selesai makan, kami berdua kembali ke kamar Taehyung. Taehyung menyarankan agar aku duduk dikursi rodanya. Tentu saja aku menolak. Namun ia mengancamku jika aku tak duduk dikursi rodanya, dia akan marah. Maka aku menuruti perintahnya dan ia yang mendorong kursi rodanya. Dijalan, ia membuka topik tentang Namjoon yang berhasil masuk akademi akting, tapi ia tak jadi mengambil keputusannya. Ia bilang, “Bagaimana bisa orang itu membatalkan keputusannya? Jika aku jadi dia, aku dengan senang hati mengambilnya!”

“Namun nyatanya kau bukanlah Namjoon.” Aku mendongak kebelakang agar melihatnya.

“Ye.. yeah.” Ujarnya singkat.

Setelahnya, kami saling diam.

“Aku ingin kekamar mandi dulu ya.. Kau bisa kan tunggu disini?” Tanyanya kemudian. Aku mengangguk.

Aku menatap Taehyung yang berlari kearah kamar mandi pria. Hanya untuk memastikan jika ia tak terpeleset atau terbentur sebab ia orang yang ceroboh. Tiba-tiba ponselku berdering. Yoongi menelponku.

“Halo?”

“Yaa Yoonmi-ah! Mengapa kau tak datang ke kampus, huh?” Yoongi berteriak dari seberang telepon.

“Aku menjaga Taehyung!” Aku mencetus.

“Aku akan kesana!” Jawab Yoongi, “Kau jangan kemana-mana ya!”

“Hei kau-” Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, tahu-tahu bocah itu sudah memutuskan sambungannya. Sial! Padahal aku ingin menanyakan apakah dosen memberi tugas lagi atau tidak.

“Dari siapa?” Aku terlonjak kaget. Hampir saja aku terjatuh dari kursi roda ini. Dasar Taehyung! Selalu muncul tiba-tiba. Karena melihatku yang begitu kaget, Taehyung terkikik, “Hahaha.. maaf maaf!” Katanya seakan-akan mengerti rutukkanku dalam hati.

“Huh, kalau datang bilang-bilang!”

“Haha.. maafkan aku.” Ia mendorong kursi roda ini.

Taehyung kembali bercerita. Kini topiknya tentang Yoongi yang dulu sering dihukum Park songsaeng. Aku hanya tersenyum mendengar kalimat demi kalimat yang terlontar dari mulutnya. Tapi ketika aku menoleh ia sedang menutup hidungnya sambil terisak kecil.

Refleks aku bangun dari kursi roda dengan panik dan menggenggam tangan kirinya, “Kau kenapa?”

Taehyung tak menjawab. Ia hanya menahan isakannya didepanku. Aku melihat banyak tetesan darah yang terjatuh mengenai bajunya. Melihat nya terisak begitu pilu, aku juga terisak bahkan sekarang aku terisak lebih kencang.

“Apa kau merasakan sakit?” Kataku khawatir. Taehyung tetap tak mau menjawab. Aku segera menghubungi dokter Minju secepat yang aku bisa . Aku menjelaskan apa yang terjadi secara singkat. Dapat kudengarkan suara dokter Minju yang panik.

“Sekarang kau dimana?”

“Aku didepan kamarnya! Nomor 252!”

“Baiklah aku kesana!” Aku segera memutus sambungan telepon.

“Taehyung!” Aku berteriak kemudian memeluk tubuhnya. Perlahan ia terduduk, begitupun aku. Aku membasahi bajuku sendiri dengan isakanku, sedangkan baju Taehyung sudah bersimbah darah karena mimisan.

“Aku.. tak apa-apa..” Ia berbisik padaku sembari menyunggingkan senyum yang terkesan dipaksakan, “Aku sudah biasa mimisan.”

“Jangan bohong…” Aku menangis dan memeluknya sembari menepuk punggungnya pelan, “Bertahanlah..”

 

 

-TBC-

 

A/N:

Maaf baru pos sekarang. Lama banget ya? 😦

Awalnya, waktu hari senin minggu kemarin udah separuh jadi tapi karena kata-katanya rancu banget, jadi aku ubah-ubah dan ngetik ulang.

Hope you Enjoy!

Advertisements

3 thoughts on “[TwoShot] How To Love Her? 1/2

    1. Semoga enggak x(

      Aku juga bingung lanjutannya mau gimana, tapi insya allah aku pasti lanjutin kok. Kalo jadi, aku bakal buat epilognya XD

      Terima kasih udah komen dan baca ❤ maaf telat bales

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s