Chocolate

cho

Chocolate,

Little Thief’s present.

Casted by Jin and his little sister,

Genre: Kids, family

Rating: G

Length: Ficlet/Vignette

{pernah dipos di blog pribadi}

 

Besok ada yang ulangtahun,

Masalahnya aku tidak punya uang!

Besok ulangtahun adik!

Tapi Jin belum tahu mau membeli apa.

Dan juga, dia tidak punya uang. Dia hanya punya uang beberapa recehan saja, rasanya tidak cukup. Sementara masalahnya ada di keinginan adik—sepeda baru, boneka Barbie yang cantik, semacam itulah.

Malu rasanya bila dia harus masuk ke toko kado berdekoratif warna cerah dan membawa satu kotak berisi boneka ke kasir.

Sayangnya, sore ini sudah hujan. Deras sekali, butiran airnya menyembur lembut ke arah teras rumah.

“Ah, lagi-lagi.”

Dia masuk kembali ke dalam ruang keluarga, sementara sang adik terus menekuni pekerjaannya menonton televisi.

“Tidak ada kado sepeda, karena hari ini hujan. Tidak ada kado boneka, karena hari ini hujan, jadi aku tidak akan mengajak Fany.”

“Lalu apa kadonya?”

“Aku ingin cokelat panas.”

Hanya itu satu-satunya yang dapat dibeli dengan receh. Jin masuk ke kamar, membuka gembok celengan, menggenggam beberapa uang yang telah dikumpulkannya sebulan. Mengenakan jas hujan, berjalan ke minimarket tanpa disadari adiknya yang tengah buang air kecil.

Struk belanjaan berhasil dikeluarkan, mencantumkan dua buah cokelat batangan yang baru saja dibeli. Dia berlari girang ke rumah, kadonya terbeli sudah.

Maka ketika adiknya keluar dari toilet, Jin dengan penuh kemenangan mengacungkan cokelat batangan di tangannya dan berteriak, “Aku sudah beli! Ayo, kita buat cokelat panasnya!”

Adiknya tersenyum lebar.

Ah, tidak ada kado sepeda dan boneka untuk esok, tapi setidaknya, cokelat panas memang yang terbaik.

Setelah sempet dapet peringatan (huhu maaf admin semua T_T), akhirnya berhasil bikin ini. Gara-gara writer’s block, nih, ahaha. Sebetulnya kenapa milih tema anak-anak? Karena, nggak tahu, semenjak akhir bulan lebaran, otak saya bener-bener kepincut sama romansa dan jenis-jenis genre yang mengaduk perasaan. Mau nulis kalimat dramatis susah. Akhirnya jadi tema ini, nggak ribet, dan fun. Nggak berbelit dan mengalir. Serius. /ah jadi curhat/.

I’ll try my best. Maaf untuk admin-admin semua ya, salahkan saja author dan penyakit WB-nya ini T_T

Don’t forget to send your comment!^^

Advertisements

2 thoughts on “Chocolate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s