[Prolog] How To Love Her?

 how to love her

 

How To Love Her

ⓒ2014

by Lily Hana/ Jung Hana

Genre : Comedy, Angst, Hurt (maybe), Romance

Rate : T

Starring :

Kim Taehyung and Cho Yoonmi

Just Prologue

Also post on here

*

Saat itu larut malam dan tak banyak orang yang berlalu lalang di depan severance seoul hospital. Aku melangkahkan kaki menuju rumah sakit itu sampai aku berhenti didepan resepsionis dan bertanya soal kamar milik pasien bernama lengkap Kim Taehyung. Maklum saja, Namjoon tak memberitahuku tentang kabar Taehyung masuk rumah sakit, jadi tentu saja ini kunjungan pertamaku setelah sebelumnya diberi tahu oleh Yoongi, teman kuliahku.

 

Dua ratus enam puluh dua adalah nomor kamar Taehyung. Tepat didepan pintu itulah aku berdiri sekarang, lalu aku memberanikan diri untuk membuka pintu. Aku melihat Taehyung sedang membaca buku komik lama yang tak pernah bosan untuk dibacanya. Bibirku sedikit bergetar dikarenakan gugup.

 

“Ngg.. Taehyung…”

 

“Hei Yoonmi! Sini masuk, kenapa diam saja disitu?” Wajah Taehyung tampak bahagia sekali ketika aku datang.

 

“Aku kira kau melupakanku setelah 3 bulan kita tak berjumpa.”

 

“Haha.. kau kira aku amnesia?” Canda Taehyung yang sebenarnya sangat garing, namun aku tertawa juga.

 

“Ngomong-ngomong, kau sakit apa?” Tanyaku kemudian. Sejujurnya, aku merasa harusnya aku tak memancing Taehyung untuk membicarakan perihal penyakitnya. Ugh, sehabis ini aku harus mengontrol ucapanku.

 

“Entahlah, namjoon bilang kalau aku hanya terbentur meja dosenku dan pingsan setelahnya. Terdengar lucu, tapi itu faktanya.”

 

“Begitu ya..” Kataku, “Benturannya tak terlalu keras kan? Atau jangan-jangan kau amnesia sebagian?” Tanyaku prihatin. Hei, bukan kah wajar seorang sahabat prihatin mengenai keadaannya?

 

“Sudah kubilang aku tak amnesia. Dan apa itu Amnesia sebagian? Itu sangat asing bagiku.”

 

“Baiklah baiklah. Kita sudahi saja pertanyaan konyolmu itu.” Kataku berusaha menyingkirkan percakapan absurd ini.

 

Setelah beberapa menit kita saling diam, akhirnya aku membuka topik baru lagi.

 

“Kurasa sangat aneh jika kau absen lama sekali, sedangkan kau hanya terbentur meja dosenmu.”

 

Taehyung tak menjawab, ia sedang asik dengan komiknya itu. Tapi kurasa ia menyetujui kalimatku barusan.

 

“Entahlah. Kau bisa tanyakan itu pada Namjoon.” Akhirnya ia berucap. Kukira ia akan mengacuhkanku.

 

“Kau tak tau apa penyakitmu?”

 

“Namjoon tak memberi tahuku.”

 

“Sebagai sahabat yang baik, aku akan menanyakan ini pada doktermu. Siapa namanya?” Kataku bergegas pergi.

 

“Dr. Minju.”

 

“Oke.. Daah!” Aku keluar dari kamar Taehyung. Menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang agak seram karena cahaya lampu yang buram.

 

*

Dokter minju menyobek kertas dari buku catatannya yang super besar. Lalu ia menggoreskan tinta padanya. Sehingga tampaklah sebuah tulisan yang tidak aku mengerti.

 

“Itu apa?”

 

“Kau bilang kau ingin mengetahui apa itu Hypopituitarism kan?”

 

“Oh iya iya.. lanjutkan.”

 

“Aku ada brosur tentang penyakit itu. Lebih baik kau baca dulu.” Dokter Minju menyodorkan sebuah brosur kepadaku.

 

Dibrosur itu tertulis bahwa ‘Hypopituitarism adalah kondisi yang jarang terjadi di mana kelenjar hipofisis gagal menghasilkan satu atau lebih hormon atau tidak menghasilkan hormon yang cukup.’

 

Sebenarnya aku masih tidak mengerti, tapi ketika aku bertanya apakah penyakit ini berbahaya atau tidak, dokter Minju menjawab, “Tentu saja berbahaya.”

 

Aku mulai panik dan bertanya lagi, “Apa.. apakah penyakit ini menyebabkan kematian?”

 

“Sejauh ini aku belum pernah mendengar orang yang meninggal karena peyakit ini.”

 

“Kau serius? A..ah tapi, bagaimana ini?”

 

“Aku tau perasaanmu sebagai seorang kekasih.”

 

“Hei, aku sahabatnya bukan kekasihnya!”

 

“Sikapmu tak mencerminkan sebagai sahabatnya.” Ucap dokter Minju.

 

“Kalau boleh jujur, aku memang menyukainya sejak lama.” Kataku sedikit malu.

 

“Wah, kau menyukainya?!” dokter Minju langsung menatapku serius.

 

“I.. iya, memangnya kenapa? Kau meyukainya juga?!” Terkaku kemudian.

 

“Bukan begitu! Lagipula aku sudah memiliki kekasih. Sebenarnya aku ingin menceritakannya padamu, tapi aku takut kau akan..”

 

Aku menaikkan satu alisku –tanda penasaran dan memotong ucapan dokter Minju, “Akan apa?”

 

“Begini, Hypopituitarism disebabkan karena kelenjar hipofisis gagal menghasilkan hormon yang cukup. Yah, bisa dikatakan Taehyung tak akan pernah merasakan apa itu cinta.”

 

“Tak akan pernah?”

 

“Tak akan pernah.”

 

“Lalu bagaimana ia akan hidup jika ia tak bisa mencintai?” Tanyaku kemudian. Kau tahu, sebenarnya aku ingin menangis karena ini. Kenapa Taehyung bisa…. begitu?

 

“Karena penyakit ini langka, jadi aku tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang penyakit – Y-yaa! Kau menangis?”

 

Aku sesegukan. Kurasakan dokter Minju mengelus-elus pundakku.

 

Setelah itu, aku berniat untuk kembali ke kamar Taehyung dan tak berani pulang sendiri. Yah, ini jam 01:00 dan wanita tak baik berkeliaran diluar. Jika ini bukan larut malam, aku akan pulang secepatnya, tidur, dan berharap esoknya aku akan lupa tentang penyakit Taehyung. Tapi sepertinya tuhan ingin aku merasakan sakit yang sama seperti saat Taehyung terbentur meja dosennya.

 

Aku berjalan gontai menuju kamar Taehyung. Ketika sampai didepan pintunya, aku menangis sesegukan. Sekali lagi, aku ingin melupakan perihal penyakit Taehyung.

 

Aku buru-buru menghapus air mataku dan membuka kenop pintu. Ketika pintunya terbuka, aku melihat Taehyung yang sudah terlelap. Aku menatap wajahnya yang damai ketika tidur, pun langsung membenarkan posisi selimutnya.

 

“Aku harap kau cepat sembuh..” dan aku kembali terisak.

 

-TBC

 

A/N:

Aku kembali dengan ff genre angst (semoga/?)

Ide ff ini dari tweet yang lewat di teel dan langsung aja bikin deh. Daripada harus ditunda-tunda, yakan?

Dan.. kalo diliat-liat ada perubahan di kata-kataku ya >< Maaf ya, ini keseringan baca cerpen klasik terus.

Semoga respon ff ini positif, dimohon jangan menjadi siders.

1 Komentar kalian sangat berharga ^^

Advertisements

2 thoughts on “[Prolog] How To Love Her?

  1. Maafkan aku yang baru nemu(?) ff ini di library._.
    Aaa pas tau maksud penyakit Hypo blablabla(?) itu… Hampir banting hape._. Untung masih sadar! Huhahuha!
    Oh ya, sekedar saran(?), di kalimat ini >>>
    “Entahlah. Kau bisa tanyakan itu pada Namjoon.” Akhirnya ia berucap. Kukira ia akan mengacuhkanku.
    Em, menurut aku kalo sehabis tanda petik (“) penutup(?) itu ada penjelasan, lebih baik pake koma.
    Kaya gini >>>

    “Entahlah. Kau bisa tanyakan itu pada Namjoon,” Akhirnya ia berucap. Kukira ia akan mengacuhkanku.

    Maaf kalo terkesan menggurui._.
    Aku cek nextnya ya~

    Liked by 1 person

    1. Aduh, ini fff waktu aku belum tahu penggunaan tanda baca

      Gapapa kalo untu pembelajaran mah. Kadang aku salah dan emang gak tau/?

      Thanks udah baca dan komentar~

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s