[Oneshoot]I love you, Noona!

I love you, Noona!

Poster by blacksphinx @ Poster Channel

Title:I love you, Noona!

Author:Hyebaby.

Cast:Lee Jieun “IU” & Jeon Jungkook “BTS”

Leght:Oneshoot.

Rating:PG-15.

Genre:Romance, Friendship, Happy, Fluff, School live.

Disclaimer:The cast isn’t mine (Even thought i hope#Slapped), but the story is pure mine. Please don’t be silent reader, don’t bash, happy Reading 🙂

This Fanfiction also published on My Own WordPress and IUFFiction

Jungkook tersenyum, ia berdiri didepan cermin dikamarnya dan memerhatikan penampilannya. Semuanya telah sempurna, rambutnya, seragamnya, sepatunya, pokoknya semuanya sempurna!

“Bagus!”Gumam Jungkook sambil tersenyum tipis, ia segera menarik tasnya dan pergi turun kebawah.

Liburan sekolah telah berlalu, hari ini merupakan hari pertama masuk Sekolah setelah berbulan-bulan liburan musim panas. Jungkook sudah siapa menghadapi semuanya, ia senang sekali bisa kembali bersekolah dan alasan ia senang adalah seorang yeoja bernama Lee Jieun.

Jungkook memang sudah menyukai dan mengagumi yeoja itu. Yeoja yang merupakan Sunbae-nya itu sangat menarik dimatanya, ia sangat bertalenta dan disenangi banyak orang. Selain itu, Jieun juga yeoja yang cantik.

Jungkook berjalan santai seperti biasa, ia melihat sekerumunan orang didekatnya. Jungkook begitu penasaran dan ikut masuk kedalam kerumunan orang itu.

Jungkook tersenyum tipis saat tahu yang ada didalam sana adalah Jieun, Jieun baru saja memenangkan Olimpiade untuk Sekolah. Jungkook memandangi Jieun, ingin rasanya ia mendekat kearah Jieun dan menyapanya, namun ia urungkan niatnya saat semakin banyak orang-orang yang mengerumuni yeoja itu.

Jungkook berhasil keluar dari kerumunan itu saat bel masuk berbunyi, ia hanya memandang Jieun dan teman-temannya yang pergi menjauh. Jungkook terdiam dan segera masuk ke Kelasnya.

Selama pelajaran sejarah, Jungkook sama sekali tidak memerhatikan. Jungkook memandang Yoongi yang ada disampingnya, namja itu begitu serius memerhatikan pelajaran Kang Songsaenim yang membosankan.

Jungkook menguap lalu memainkan penanya. Taehyung yang berada dibelakangnya menyentuh bahu Jungkook, sontak Jungkook menoleh.

“Kau bosan?”Tanya Taehyung sambil tersenyum jahil, Jungkook hanya menatap Taehyung datar lalu mengangguk. “Ayo bermain.”

Jungkook terkejut saat melihat senyum usil Taehyung, ia tahu Taehyung memang seperti itu. Selalu jahil kepada siapapun. “Sekarang apa, Kim Taehyung?”Bisik Jungkook, Taehyung tersenyum lalu menunjuk Aerim yang duduk tak jauh darinya. Jungkook hampir tertawa saat mengetahui rencana Taehyung.

“Berani taruhan, kau tidak akan menang.”Tawar Jungkook, “Berani taruhan, aku AKAN MENANG!”Jawab Taehyung setengah berteriak. Jungkook mengangguk setuju.

Taehyung mengambil penggarisnya dan ia tersenyum tipis, lalu ia mengambil penghapusnya. Jungkook mengamati namja itu lekat-lekat.

PLUUK!

Penghapus itu jatuh tepat mengenai kepala Aerim, yeoja itu langsung berdiri dan marah. Jungkook langsung duduk santai, ia tahu bahwa seorang Park Aerim akan berteriak menjerit-jerit jika hal ini telah terjadi.

“KIM TAEHYUNG!”Seru yeoja itu lalu melemparkan kembali penghapus itu, sayang, penghapus itu mengenai kepala Jungkook.

“YA!”Seru Jungkook lalu melempar balik penghapus itu kearah Aerim, kelas menjadi ribut seketika.

“CUKUP!!!”

Semua murid langsung diam, mereka tahu Kang Songsaenim akan marah dan menceramahi mereka.

“Kim Taehyung, Jeon Jungkook dan Park Aerim, temui saya setelah istirahat.”Ujar Kang Songsaenim tenang.

Jungkook duduk sambil berusaha menahan malu dan amarah, ia hanya memainkan penanya tanpa peduli pada Kang Songsaenim yang masih asyik mengajar.

Setelah istirahat, Jungkook, Taehyung dan Aerim datang ke Ruangan Kang Songsaenim dan yah…Kang Songsaenim selalu ribut dan menceramahi mereka hingga akhirnya menghukum mereka.

Jungkook berusaha keras untuk tidak mengamuk saat ia harus membersihkan koridor Sekolah, oh sungguh ia merasa benar-benar malu.

“Oh!”Seru seseorang pelan, Jungkook mengangkat wajahnya. Ia dapat melihat Jieun memungut buku-bukunya yang terjatuh.

Mianhe.”Ujar Jungkook sambil membantu Jieun, Jieun hanya tersenyum. “Gwaechana, kenapa kau disini?Seharusnya kau masuk kelas.”Jawab Jieun.

“Oh, eh…itu…”Gumam Jungkook ragu, Jieun mendekatkan wajahnya. “Waeyeo?”Tanya Jieun, “Kau dihukum ya?”

Jungkook menegang, “Ba…bagaimana kau…tahu?”Tanya Jungkook takut lalu ia menunduk, Jieun hanya tersenyum. “Sudahlah, semua orang pasti bersalah. Aku juga pernah dihukum, biar kubantu.”Jawab Jieun, Jungkook mengangkat wajahnya. “Jinjja?”

Jieun hanya mengangguk.

Beberapa detik setelahnya, Jieun dan Jungkook asyik membersihkan koridor. Entah apa yang ada dipikiran Jungkook, namja itu terus menatap Jieun tanpa bosan sambil diam-diam mengaguminya.

Jieun POV.

Siang ini begitu sejuk, aku hanya duduk dibangku taman sambil memandang sekeliling. Aku sedang kehabisan ide untuk tugas dari Park Songsaenim hari ini.

“Hai.”Sapa seseorang, sontak aku menoleh. Aku tersenyum saat melihat Jungkook-lah yang menyapaku. Ia duduk disampingku dan menyodorkanku secangkir Bubble Tea kesukaanku.

Aku tersenyum tipis dan menyuruh Jungkook untuk duduk disampingku, tak masalahlah bila ia duduk disampingku untuk sebentar, toh dia masih bisa kuajak bicara. “Kau kenapa, Sunbaenim?”Tanya Jungkook sambil memandang kedepan, aku hanya menggeleng. “Aku sedang memikirkan sebuah karangan…”Gumamku sambil mengayunkan kakiku dan sesekali melihat kearah bawah.

“Eh, karangan?Kau suka mengarang, ya?”Tanya Jungkook, aku menggeleng. “Tidak juga, ini hanya tugas dari Park Songsaenim.”Jawabku, Jungkook hanya mengangguk.

Detik setelahnya, kami berdua terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

Aku merasa cukup canggung didekat Jungkook, entahlah, mungkin karena aku baru saja berkenalan dengannya sehingga aku merasa agak gugup.

“Err…Sunbae.”Panggil Jungkook pelan, “Hm?”Tanyaku sambil menoleh dan menatapnya. “Bagaimana kau bisa terkenal?”Tanya Jungkook, aku hanya meringis.

Konyol memang mendengar Jungkook menanyai hal itu, ia terlihat seperti anak kecil berusia 7 tahun yang masih sangat polos. Aku hampir tertawa saat melihat wajahnya, namun aku segera mengendalikan diriku.

“Memangnya kenapa?Aku tidak terkenal kok.”Balasku sambil menatapnya berpura-pura heran, Jungkook hanya menggeleng. “Er…bukankah kau terkenal?Bukankah banyak namja yang menyukaimu?”Tanya Jungkook polos.

Aku terdiam sambil berusaha menahan tawaku, wajahnya yang polos begitu lucu. Ingin sekali aku segera mencubit pipinya pelan, “Oh, aku tidak terkenal kok.”Balasku, “Dan tidak mungkin ada namja yang menyukaiku, maksudku, apakah aku pantas untuk disukai?”Lanjutku sambil bergumam.

Jungkook mengangguk, “Sebenarnya…kau pantas untuk disukai namja lain. Maksudku, kau cantik, pintar, menarik, dan…menyenangkan.”Puji Jungkook pelan, aku hanya tertegun kaget mendengarnya.

Aku hanya tersenyum, “Tidak sebagus itu kok.”Ujarku sambil menepuk bahu Jungkook lalu tersenyum padanya, Jungkook pun ikut membalas senyumku.

Bel masuk berbunyi nyaring ditelingaku, aku segera berdiri meninggalkan Jungkook untuk pergi ke Kelas.

Author POV.

Jieun berjalan malas sambil menyeret kakinya menuju ke Halte Bus yang ada didekat Sekolah, Jieun berharap bisa ikut pulang bersama segerombolan anak-anak perempuan dikelasnya, tetapi ia ragu mengingat betapa irinya mereka kepada dirinya. Jieun hanya bisa mendengus sambil menunggu Bus datang dan menghitung jam yang seakan tidak akan pernah berjalan.

Sunbae!”Panggil seseorang, yang Jieun yakini pastilah itu Jungkook. Dan memang benar, Jungkook duduk disampingnya dan tersenyum manis kearah Jieun, Jieun membalas senyum manis Jungkook.

“Panggil aku Noona saja.”Ujar Jieun pelan, Jungkook mendelik. “Er…Noona?Mianhe, aku tidak merasa sopan jika memanggil Sunbae seperti itu.”Tolak Jungkook, Jieun menggeleng. “Panggil aku Noona, Jungkook-ah!Ini perintah!”Seru Jieun setengah berteriak, Jungkook akhirnya mengangguk. “Er…baiklah.”

“Mengapa Sun…maksudku, Noona disini?Mengapa Noona tidak bersama teman-teman yang lain?”Tanya Jungkook ragu. Kata ‘Noona’ benar-benar membuatnya merasa aneh saat berada disamping Jieun dan memanggil Jieun seperti itu.

“Kita ‘kan hanya teman…”Batin Jungkook sambil sesekali melirik kearah Jieun yang sedang duduk sambil mengayunkan kakinya dan bersenandung pelan.

“Er…Noona, kau suka menyanyi?”Tanya Jungkook, Jieun menoleh lalu ia mengangguk. “Oh, kau mendengarnya ya?Kukira suaraku sangat buruk…”Gumam Jieun sambil menunduk, Jungkook menggeleng. “Suaramu bagus, Noona. Benar-benar bagus!”Puji Jungkook, Jieun tersenyum manis.

Gomawo, Jungkook-ah.”Ujar Jieun, Jungkook hanya tersenyum. “Sudah mendapat ide untuk tugas dari Songsaenim?”Tanya Jungkook mengingat kejadian tadi siang, Jieun terdiam. “Yah, tidak terlalu banyak sih. Aku mau mengumpulkan beberapa ide dulu, baru memutuskannya. Apa kau punya saran?”Jawab Jieun lalu menoleh kearah Jungkook, Jungkook menggeleng. “Mianhe.”Ujar Jungkook, Jieun hanya mengangguk sambil tersenyum.

Jieun menghela napas pelan lalu menunduk, “Kau kenapa, Noona?Apakah ada masalah?”Tanya Jungkook, Jieun menggeleng. “Aku…hanya…lelah.”Gumam Jieun sambil menyandarkan tubuhnya disandaran bangku Halte. Jieun memejamkan matanya dan perlahan terlukis senyuman tipis dibibirnya.

“Kenapa kau selalu memujiku?”Tanya Jieun, “Eh, hm?”Tanggap Jungkook. “Kenapa kau selalu memujiku?”Tanya Jieun mengulang pertanyaannya, “Ah…a…aku…”Tanggap Jungkook gugup.

Jieun membuka matanya lalu menatap Jungkook, “Wae?”

Jungkook menegang, ia memerhatikan Jieun yang menatapnya dalam. “Ayolah, kumohon katakan padaku, Jungkook-ah!”Paksa Jieun sambil mengguncangkan tubuh Jungkook pelan, Jungkook terdiam gugup dan menunduk.

Bahkan menatap mata Jieun saja Jungkook sudah malu, maka Jungkook memutuskan untuk tetap menunduk dihadapan Jieun.

Waeyeo?Aku ingin tahu!Jebal, sekali saja.”Paksa Jieun sambil mengguncangkan tubuh Jungkook, Jungkook menghela napas. “Baiklah…”Gumam namja itu ragu.

Jungkook mengangkat wajah dan ia menatap Jieun.

Jungkook terdiam pada saat pandangan mereka bertemu, rasanya Jungkook tidak dapat menahan perasaannya lagi, ia ingin sekali memberitahu Jieun tentang perasaannya pada Jungkook. Namun, bagi Jungkook itu tidak mungkin karena Jieun adalah sunbae-atau noona-nya.

Saranghae, Noona!”

-END-

Merasa puas?Ngeggantug?Alur kecepetan?Jawaban dari semua itu adalah:”IYA!!!”

Akhirnya juga FF ini selesai*ElapPeluh*Karena ide yang mondar-mandir dan keluar-masuk dari otak jadinya lama, padahal udah didraft sejak 1 bulan yang lalu tapi baru sempet selesai sekarang -___-

Oh iya, aku juga minta maaf karena udah lama gak Update FF, abis seperti yang aku bilang ide itu tuh sukanya ngilang mulu, huhuhu…

Oke, semoga suka FF abal ini. Please give me your review, thank you 🙂

Advertisements

One thought on “[Oneshoot]I love you, Noona!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s