[Oneshoot] I hate this Fate

I hate this Fate

I HATE THIS FATE

by Hyebaby

Starring BTS’s Kim Taehyung as Himself/“Kamu”

And OC as “Aku”

Onesoot || PG-15 || Romance, Angst, Sad, Hurt, Slice of live, Friendship, Drama.

The Cast isn’t mine but the story is pure mine. Let’s just say that it is the Orginal Character is yourself. Don’t be silent reader, Don’t bash, Comment, Like or Share after you reading this Story, Don’t Plagiat this story!Italic means Flashback, When the Flashback is ends, the letters will return to normal, okay?

This Fanfiction also published on my own wordpress.

Happy Reading 🙂

Because destiny is always there at the end and there always lies in the early-

Terbatuk karena gumaman batin sendiri itu konyol. Tapi itulah yang aku alami sekarang. Aku tidak tahu kenapa batinku terpecah dan beradu pendapat. Dan aku juga tidak tahu mana pernyataan yang benar. Dilema ini benar-benar bodoh.

Dia hanya pergi berlibur, dan itu urusannya. Kenapa aku harus khawatir? desis batinku yang berpendapat lain.

Aku tidak boleh khawatir. Hatiku melanjutkan dengan nada intimidasi.

Aku menautkan jemari ke dua tanganku sambil menatap lurus ke depan. Mencoba mencari alasan di balik ungkapan batinku tadi. Sosokmu kubayangkan di pikiranku dan membuat pipiku terasa sedikit lebih hangat.

BRUUK!
“Aw!”Aku meringis sambil meratapi sikutku yang berdarah karena tertabrak sebuah Sepeda.

“Mianhe, jeongmal mianhe.”Ujar suara seseorang yang ternyata adalah ‘kamu.’ Kamu turun dari Sepedamu dan menjulurkan tanganmu untuk membantuku, “Ayolah…”Ajakmu. “Tenanglah Nona, aku bukan orang jahat. Aku sungguh menyesal sudah menabrakmu aku tidak melihat kau berjalan. Ayolah, akan kubantu kau.”Tuturmu sambil tersenyum hangat.

Aku hanya menatapmu ragu, senyummu begitu indah dan menenangkan. Seakan sebuah angin meniup sikutku yang terluka hingga lukanya hilang. Aku akhirnya memutuskan untuk meminta bantuanmu, aku meraih lenganmu dan kau tersenyum saat aku berdiri dan membersihkan rokku yang kotor.

“Apa kau terluka?”Tanyamu, aku menggeleng sekalipun aku berbohong. Aku mampu berbohong dihadapanmu…Yang tersenyum dengan manis dan mengahangatkanku…Yang menghilangkan rasa sakit dilenganku tanpa perlu mengobatinya…

 

Hatiku menjerit mengingat semua itu, pertemuan antara “Kamu” dan “Aku” yang kini selalu terbayang dalam hatiku biarpun aku berusaha sekeras mungkin untuk menghapus ingatan ini.

 

“Siapa namamu?”Tanyamu, aku terdiam lalu membisikan namaku ditelinganya. Kau hanya mengangguk, lalu kau mendekatkan bibirmu ketelingaku. “Taehyung…”Begitu bisikmu, bisikan yang begitu berarti bagiku. Kau tersenyum, bisikan dan senyumanmu sungguh menggetarkan hatiku dan aku tidak bisa berhenti untuk menatapmu dalam.

 

Semua kata-kata itu, semua senyuman itu, semua tatapan itu, semuanya berasal dari kau, Kim Taehyung. Aku termenung, dilema masih menjadi satu-satunya hal yang ingin kuhilangkan. Hatiku beradu, disatu sisi aku menolak untuk mengawatirkanmu, disisi lain hatiku bergetar dan khawatir akan keadaanmu. Terutama bila aku mengingat kejadian kemarin siang di Sekolah…

 

Hari itu di Sekolah pelajaran olahraga telah dimulai, sebelum kami melakukan materi hari ini kami se Kelas diharuskan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kami disuruh untuk berlari mengelilingi lapangan selama beberapa kali.

Aku sedikit khawatir dengan hal ini, apalagi saat melihat kamu yang sepertinya kehabisan napas saat sedang berlari.

“Ya…”Panggilku pelan, “Neo gwaechanayeo?”Tanyaku khawatir. Kau umm…maksudku Taehyung hanya tersenyum dan mengangguk. Aku mendampingimu, berlari disampingmu takut bila kau tiba-tiba ambruk.

Setelah pelajaran itu selesai, Aku duduk disampingmu dan meminum air mineralku sama sepertimu. Kau tengah terengah dan mengeluarkan sesuatu dari dalam Jaketmu. Sebuah botol kecil berisi pil-pil obat kecil yang kau ambil satu dan kau minum…

“Apa itu, Taehyung-ah?”Tanyaku, Taehyung menoleh kearahku dan tergagap. “I…ini hanyalah…Vitamin biasa.”Jawab Taehyung gugup lalu menyembunyikan kembali botol kecil itu kedalam Jaketnya. Aku hanya diam sambil mengalihkan pandanganku kedepan kembali dan kami berdua berhenti dalam diam…

Namun, tiba-tiba kau terbatuk. Terbatuk begitu keras, aku menoleh kearahmu dan betapa terkejutnya hatiku melihat tanganmu yang berdarah. “Kau kenapa?”Tanyaku khawatir lalu aku mendekat kearahnya. Kau terbatuk semakin keras dan batukmu terus mengeluarkan…darah?

 

Aku termenung dan aku tidak dapat melakukan apapun selain mengawatirkan keadaanmu sekarang, hatiku gelisah mengingat semua kejadian itu.

 

“Aku hanya berlibur ke Rumah Nenek, tidak akan lama.”

Aku begitu mengingat kata-kata Taehyung, ia bilang hanya akan pergi ke Rumah Nenek. Itu sedikit membuatku lega tetapi mengingat betapa lamanya kau pergi dan tidak kembali membuat hatiku tidak menentu lagi.

Aku hanya diam, hatiku menerawang tak menentu memikirkan keadaanmu sekarang.

-Because you never think about it and I always think about it-

Betapa senangnya hatiku saat mengetauhi bahwa kau akan datang dan hatiku bertambah gembira ketika melihat kau masuk ke Kelasku dan duduk disampingku. Kau tersenyum dan menjabat tanganku.

Kami mengobrol cukup lama, saling melepas rindu satu sama lain. Namun, kini kami diselubungi oleh kedinginan dalam diam. Aku menegang dan hanya menopang daguku.

Aku melirik kearahmu dan kau hanya meminum Pil kecil itu seperti dulu. “Apa kau masih sakit?”Tanyaku, kau menggeleng namun tiba-tiba kau terbatuk, “Geotjimal!”Tuksaku. Lagi-lagi, kau malah menggeleng keras. “Beberapa hari lalu, aku terkena demam. Hanya itu saja, tapi demamku belum sembuh sepenuhnya.”Jawabmu lirih, lalu kau terbatuk lagi.

Setelah kejadian itu, kita berdua hanya diam memikirkan urusan masing-masing.

Hatiku bergetar ketika tangan lembutmu menyentuh bahuku, aku membalikan tubuhmu untuk menatapmu. Tetapi, hatiku memilih untuk tetap menunduk tanpa melihatmu sedikit pun. “Bagaimana bila aku pergi?”Tanya Taehyung pelan, hatiku tersentak mendengarnya.

“M…Maksudmu?”Tanyaku kaget sambil mendongak, aku dapat melihat wajahmu sekarang. Wajahmu begitu pucat, “A…apa kau sakit, Kim Taehyung?”Tanyaku. Kau hanya menggeleng, “Ah…bukan apa-apa. Sudah kubilang aku tidak sakit.”Jawabmu sambil tersenyum tipis, aku hanya mengangguk.

Aku kembali terdiam, pikiranku melayang kemana-mana. Aku takut dan gelisah akan perkataanmu tadi, apakah kau akan pergi?Kemana?Kenapa?Berapa lama?

Geotjimal, begitu runtukku dalam hati. Aku yakin sekali bahwa kau sedang sakit, entah apakah sakitmu parah ataupun tidak aku tidak tahu. Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu, kau tahu?Hati ini mengawatirkanmu…

-Because you are you and i’am me-

Sore ini adalah giliranku untuk Piket, sebenarnya aku tidak sendiri ada 4 teman perempuanku yang lain yang juga Piket bersamaku hanya saja mereka sudah selesai.

Awalnya, mereka mengajakku untuk pulang lebih awal dan membiarkan tugas Piketku, tapi aku menolak dengan alasan akan dimarahi oleh Park Songsaenim bila tidak menyelesaikan ini semua.

Aku hanya membersihkan kelas seperti teman-temanku yang lain, biasanya Taehyung akan menemaniku. Bahkan, sampai malam pun ia tetap menemaniku, tetapi kali ini ia pulang lebih cepat dengan alasan sakit.

Aku masih benar-benar mengawatirkannya, aku takut terjadi sesuatu padanya…

Kedekatan ini telah membuatku sakit.

Sementara aku tidak bisa melakukan apapun, meskipun kesulitan ini semakin menjadi-jadi.

Ponselku bergetar saat aku hendak keluar Kelas, suara Eomma yang lembut memintaku untuk cepat-cepat datang ke Rumah sakit. Siapa yang sakit?

Aku segera berlari cepat-cepat dan mengendarai sepedaku dengan cepat untuk sampai ke Rumah sakit. Eomma dan…Ibu Taehyung eung maksudku Kim Eommeonim telah menungguku. Mata keduanya sembab entah kenapa, kini hatiku semakin menghawatirkan kamu.

“A…apa yang terjadi?”Tanyaku takut, “Jebal…”Bisik Kim Eommeonim, “M…maksudmu?”Tanyaku tak mengerti.

Eomma mengela dan menyuruhku untuk masuk kesebuah ruangan perawatan. Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui yang ada di Ruangan itu adalah…Taehyung…

Wajahnya pucat namun ia masih sempat menatapku dan tersenyum. Aku duduk disampingnya yang terbaring dan menatapnya sendu, “Mianhe…”Ujarnya lirih. Aku hanya membeku tak mampu mengucapkan apapun.

“Berjanjilah…Jangan bersedih, ya.”Bisikmu lalu tersenyum, “Jebal…”

Karena aku takut untuk kehilanganmu.

Y…Yaekseok.”Jawabku ragu, Taehyung tersenyum. “Gomawo…”

Setelah itu, Eomma dan Kim Eommeonim masuk dan mereka berdua menangis. Taehyung telah pergi, ia pergi dalam keadaan damai dan tenang. Bahkan, ia tersenyum saat menghembuskan nafas terakhirnya.

Aku mencintaimu, Kim Taehyung…

Hanya itu yang bisa kukatakan dalam hatiku, ingin rasanya aku menangis menjerit-jerit, namun apalah artinya. Itu tidak akan membuatnya kembali.

Aku mencintaimu…

Kedekatan ini telah membuatku sakit…

Aku benci takdir ini…

-END-

Hai!Hai!Aku balik bawa FF Oneshoot baru nih, karena bingung mau nulis apa ya udah aku nulis FF ini aja.

Sorry for all typo(s), Comment like or share after you reading this Fanfiction please 🙂

Aku gak tau mau ngomong apa lagi, jadi bye-bye~

Advertisements

4 thoughts on “[Oneshoot] I hate this Fate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s