[Ficlet] Shaking My Heart?

shakingmyheart-poster

“Shaking My Heart”

Endorelly-Irene (@iyagi_) presented

Starring BTS’ Suga, OC’s Hong Jiyoon

Genre Fluff, Friendship, Humor, School Life, etc. | Length Ficlet | Rating Teen 

Disclaimer This Fanfiction is purely mine

“Jiyoon-sshi, walaupun aku menggambar wajahmu sangat jelek seperti gorilla, tapi kenyataannya wajahmu berbanding balik dengan gambar ini, jadi tenang saja!” | “Jangan mencoba untuk menggetarkan hatiku, Yoongi-ah.”

.

Featuring Song : BTS – 어디에서 왔는지

 https://soundcloud.com/kpop-world-tm-17th/bts-where-did-you-come-from

[All is Jiyoon’s side]

Aku mendesah pelan, tangan kiriku dalam keadaan menjambak rambut, sedangkan tangan kananku menopang kepala yang sedang menunduk. Mulutku tanpa hentinya mencibir hebat seiring dengan cibiran-cibiran murid lain.

Bagaimana bisa kita tidak dibuat kesal? Hari ini memang tak ada pelajaran normal yang sangat menyebalkan, namun digantikan dengan pelajaran seni sampai sekolah usai. Ya, mungkin karena siang ini –tepat pukul 12 siang- guru-guru harus menghadiri rapat sekolah, oleh karena itu hari ini kita akan pulang jauh lebih pagi dari biasanya, jam 11 siang.

Bukan itu masalah sebenarnya yang dapat membuat kita terus mencibir pagi ini, alasan asli dan lebih benar adalah kita harus menggambar wajah teman yang dipilih oleh guru. Dan hampir seluruh murid protes dengan pasangannya –termasuk aku-

Jangan tanya siapa pasanganku hari ini. Lelaki itu sangat menyebalkan. Dengan mata sipitnya, gaya bad boy-nya, dan juga tingkah lakunya yang dapat disamakan dengan seekor tikus dalam keadaan dikejar oleh kucing penjaga rumah.

Dia Min Yoongi.

Lelaki itu saat ini tengah berjalan gontai menuju bangkuku sambil membawa peralatan gambarnya malas. Wajahnya sama sekali tak memacarkan perasaan senang, adanya ia malah terus menerus meneriakan umpatannya, sangat memalukan.

“Oh, bagaimana bisa aku mendapatkan pasangan sepertimu, Oh Jangmi?!” ledeknya kepadaku. Aku menatap tajam wajahnya, seketika kemudian dengan perasaan yang sudah mencelos sangat dalam, aku memukul lengannya keras. Membuatnya kembali berteriak, mengelus lengannya kesakitan.

Ya! Aku sudah mengatakan beberapa kali tapi kau masih saja memanggilku seperti itu! Namaku Hong Jiyoon dan bukan Oh Jangmi!” balasku. Mendengar itu, Yoongi hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya sambil terus mengulang kata “Ya.” Sebanyak tiga kali, membuatnya semakin menyebalkan di mataku.

“Sekarang, diamlah. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas bodoh ini sekarang juga,” ucapku menarik papan alas kertas milikku agar lebih dekat dan nyaman untuk digambar. Yoongi menghela napasnya setelah itu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang berlawanan dengan posisiku saat ini. Aku menatapnya bingung, Yoongi sama sekali tak menyentuh papannya, pensil-pun ia tak mengambilnya, masih tergeletak manis di meja.

Ya, kau tidak mengerjakan tugasmu?” tanyaku. Sekilas, kedua mata kecilnya melirik ke arahku, namun sedetik kemudian kembali menatap langit-langit kelas.

“Katamu aku tak boleh bergerak, ya sudah aku tak mengerjakannya, Nona Jangmi” Balasnya santai. Aku terdiam, masih meresapi kata demi kata dari kalimat yang Yoongi katakan tadi kepadaku. Aku tertawa hambar, sepertinya saat ini aku sedang kehabisan kata untuk membalas perkataan Yoongi.

“Maksudku bukan berarti kau tak mengerjakannya, Yoong-”

“Sudahlah, tenang saja. Lagipula aku juga tak mungkin menggambar wajah milik seorang Oh Jangmi, sangat susah.” Potong Yoongi. Aku mendengus kesal, pandanganku kebali menatap papanku yang masih kosong.

“Kau meledekku atau bagaimana sih,” gumamku. Aku menghembuskan napas ringan lalu mulai menggoreskan pensilku di kertas.

“Emm.. tunggu sebentar, biarkan aku mengubah posisiku terlebih dahulu sebelum kau terlanjur menggambarku.” Ujarnya sambil mengubah posisi duduknya tepat berhadapan denganku –sebelumnya ia malah menghadap ke teman sebelahnya-

Yoongi memegang pulpennya serta papan gambarnya, ia kembali menyandarkan punggungnya di kursi sambil menatapku tajam.

Sepertinya ia mulai bermain dengan imajinasinya, membayangkan apa yang terjadi pada wajahku yang ia gambar nanti. Pasti aneh.

Aku tersenyum puas menatap hasil akhir dari gambaranku, menurutku lumayan bagus –tapi tetap saja masih berantakan- Aku meletakkan papanku dan menatap Yoongi yang terlihat sangat bingung memandang papannya. Alih-alih, ia memandangku dengan tatapan bingung, namun sesaat kemudian ia terkekeh pelan.

“Kau sudah selesai, eoh? Yakin?” tanya Yoongi. Aku melihatnya sinis, boleh saja ia meragukanku seperti itu, tapi tetap saja, aku jauh lebih meragukan gambarnya nanti.

“Sudah, cepat selesaikan gambarmu.” Balasku dingin.

“Cih, kau pikir aku selambat itu mengerjakannya? Menggambarmu itu sangat mudah, bahkan Jungkook saja pernah mengajariku dan ia bisa hanya menggambarmu dengan 3 garis.” Protesnya. Aku menggertakan gigiku sebal, kemudian segera aku menempelkan jari telunjuk tangan kananku di bibir tipisnya, mencoba untuk menghentikan ocehannya.

Namun, mengapa jantungku serasa berdetak lebih cepat ketika melihat tatapan tajam dari Yoongi? Aku menghela napasku dalam, lalu mencoba untuk membuka mulutku.

“Min Yoongi, berhenti berbicara, arraseo?” kataku sambil perlahan melepaskan jari telunjuk milikku yang masih bertengger di bibir tipisnya.

“Oh iya, ngomong-ngomong, aku penasaran dengan wajahku di papanmu. Bagaimana? Tampan tidak?” ucap Yoongi sambil tersenyum bodoh.

“Mungkin, bahkan Yoongi yang berada di papanku jauh lebih tampan daripada Yoongi yang sekarang berada di hadapanku.” Mendengar itu, Yoongi membesarkan matanya dan mengambil kasar papanku untuk memastikannya –atau mungkin lebih cocok dikatakan merampasnya-

“Tidak mungkin, Yoongi yang asli jauh lebih keren daripada Yoongi ini!” sahutnya sambil memukul papanku. Dasar anak idiot.

“Nah, kalau di papanku, aku sudah memastikannya dengan sangat sempurna bahwa Nona Jangmi yang berada di papan jauh lebih cantik daripada yang asli.” Lanjut Yoongi menunjukkan gambarnya kepadaku.

Kubilang juga apa, wajahku benar-benar aneh jika dia yang menggambarnya.

“Dia Nona Jangmi kan? Pantas. Tapi aku bukan Nona Jangmi, Aku Hong Jiyoon.” Ucapku bermaksud untuk menenangkan diriku sendiri.

“Kau ini bodoh atau idiot? Aku kan sering memanggilmu Nona Jangmi, jadi yang aku gambar di papan ini kau!” tukas Yoongi dilanjutkan dengan tertawaannya. Aku yang menatap itu hanya bisa diam di tempat, tidak mungkin aku melawan anak ini lagi lebih lanjut, jika aku melawannya, maka aku akan semakin mendapat banyak julukan aneh yang Yoongi ucapkan secara langsung.

Beberapa lama kemudian, Yoongi menghentikan tertawaannya lalu menatapku datar. Kali ini suasana jauh lebih tenang dibanding tadi.

“Kau marah? Atau menangis? Dasar cengeng!” ejeknya kembali sambil melanjutkan tertawaannya yang sempat terhenti tadi.

“Jiyoon-sshi, walaupun aku menggambar wajahmu sangat jelek seperti gorilla, tapi kenyataannya wajahmu berbanding balik dengan gambar ini, jadi tenang saja!” lanjutnya.

Aku menutup kedua telingaku, ingin sekali saat ini aku menyumpal mulut milik Yoongi dengan remasan kertas yang berada di depan mataku.

Karena dia, saat ini pikiranku melayang ke mana-mana, saat ini juga karena dia, semuanya menjadi berantakan, dan satu lagi, karena dia, saat ini jantungku sudah berdetak tak karuan.

“Jangan mencoba untuk menggetarkan hatiku, Yoongi-ah.”

“Oh kau bilang apa tadi?”

FIN

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Shaking My Heart?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s