[One Shot] Brown Haired Taehyung

kateha2

Brown Haired Taehyung by Lily Hana / Jung Hana

Genre : Fluff, Romance

Rate : PG-15

Starring:

Yang pastinya Kim Taehyung, Shin Chanmi dan beberapa cast pendukung lainnya/?

Disc : Para cast milik tuhan, cerita milik saya. Ini inspirasi dari komik yang pernah saya baca, ya pastinya cerita dan judulnya diubah -ubah dari cerita aslinya. Jujur, judulnya begitu gara -gara denger kata ‘Brown Eyed Girls’ apa nyambungnya coba? /plak. Tadinya mau dikasih judul ‘Brown Haired Boy’ tapi pasaran amat namanya /digerus/?

Oh iya, FF ini sebenarnya request temen blog/? tapi gapapa ya, aku post juga disini, ehehe.Dan ini pos-an pertama saya diblog ini #cieeee../? Hope you like it!

*

Peraturan no. 5 : Siswa/i dilarang men –cat rambutnya.

 

“Baru masuk sini kau sudah kena hukuman..” Pekik seorang namja sambil terkikik.

 

“Rambutku memang seperti ini, Jimin-ah!” Bela namja disebelah Jimin.

 

“Haha, jangan bohong. Mana ada orang yang warna rambutnya selain hitam?” Jimin seolah tak mau kalah. Oke, itu hanya argumen Jimin saja ya..

 

“Ada. Contohnya aku..”

 

“Iya iya.. terserah kau saja, Taehyung –ah!” Balas Jimin.

 

“Seluruh siswa siswi kelas 11-2 harap berbaris dilapangan! Sekali lagi…” Pemberitahuan dari kantor guru yang disambut oleh ketakutan para siswa telah tiba. Para murid dengan cepat berbaris dilapangan sekolah.

 

.

 

“Taehyung-ah, siap –siap! Sebentar lagi giliranmu!” Bisik Jimin pada Taehyung, yang notabene berada dibelakangnya. Tapi setelah ia menoleh, Taehyung tak ada ditempat, “Huh, pasti dia kabur..”

 

.

 

“Kim Taehyung! Dimana anak itu?” Tanya Park Songsaeng setelah mendata semua muridnya.

 

“Aku disini Songsaeng!” Taehyung menenteng satu ember penuh air lalu mengguyur dirinya sendiri. Melihat warna rambut Taehyung yang tidak luntur, Park Songsaeng beserta guru –guru lainnya menyadari itu dan langsung meminta maaf.

 

“Sepertinya rambutmu sudah aslinya begitu ya..”

 

“Maaf sudah meragukannya.”

 

“Iya, tak apa –apa kalau Songsaeng semua telah mengerti, hehe.” Dengan riang Taehyung kembali menuju kelasnya sambil menenteng ember –yang memang milik kelas 11-2-. Kini suasana lapangan sepi, karena murid yang lainnya sudah kembali kekelas dari tadi.

 

Terlihat seorang yeoja yang membawa catatan siswa menatapnya dikoridor sekolah.

 

“Memang coklat ya..” Ujar Chanmi pelan. Ia tak sengaja melihat kejadian tadi dilapangan.

 

Semenjak kejadian ini, Chanmi, sang ketua kelas sekaligus ketua OSIS, jadi sangat menyukai Taehyung.

 

*

 

Teng teng teng!!

 

Pagi itu Chanmi sedang mengecek anak –anak yang terlambat sembari menggoreskan tinta pulpennya ke buku catatan siswa.

 

“Taehyung terlambat lagi..”

 

“Hai Chanmi, izinkan aku masuk ya? Kita kan sekelas..” Pinta Taehyung yang tiba –tiba muncul didepan kelas –sambil menatap yeoja didepannya ini penuh harap. Ketahuan, dia masuk lewat pagar belakang sekolah.

 

“Tidak bisa! Lagipula sudah 15menit kau telat. Harusnya kau bangun lebih cepat!”

 

“Kalau begitu, Chanmi harus menelpon untuk membangunkanku yaa..” Taehyung menatap Chanmi penuh harap (lagi) kurang lebih dengan jarak 5cm. Ugh, tak tau kah kau Taehyung, kini pipi Chanmi mulai memerah..

 

Buk!

 

“Kau membuat lelucon, Hah?! Sana jalani hukumanmu!!” Chanmi langsung melengos pergi meninggalkan Taehyung yang sedang meringis kesakitan.

 

“Yaaah.. pasti disuruh bersih –bersih WC.”

 

*

 

“Ga.. gawat! Aku lupa bawa blazer almamater..” Salah seorang yeoja mengeluh karena dirinya sangat pelupa sekali dalam hal ini. Dia Mari, salah satu anggota komite kedisiplinan sama seperti Chanmi..

 

“Ya?”

 

“Chanmi, tolong jangan bilang Park Songsaeng ya, aku mohon…”

 

“Iya kok tenang saja..”

 

“Terimakasih Chanmi, kau selalu baik..” Puji Mari sementara Chanmi hanya tersenyum.

 

“Chanmi!! Tolonglah, kami tidak bisa menyapu karena anak –anak itu!” Keluh Yeoja yang hari ini merupakan Jadwal piketnya.

 

Chanmi melihat anak –anak yang dimaksud. Taehyung, Jimin, dan Hoseok. Haah, anak –anak itu memang selalu mengacaukan piket hari rabu ini!

 

“Yaa! Piketnya yang benar!!” Teriak Chanmi yang memenuhi seisi kelas, “Gara –gara kalian, kelas jadi kotor!!”

 

“Iya kami mengerti. Maaf ya.. Tapi kau jangan berteriak seperti itu. Kata Eommaku, kalau cewek selalu berteriak, nanti tak cantik.”

 

Chanmi POV

 

“Iya kami mengerti. Maaf ya.. Tapi kau jangan berteriak seperti itu. Kata Eommaku, kalau cewek selalu berteriak, nanti tak cantik.”

 

Aku tentu saja tergelak. Aku tau itu, sebenarnya aku juga ingin menjadi yeoja yang cantik dan lembut. Tapi setiap kali aku berurusan padamu, aku malah seperti yeoja ganas yang selalu saja berteriak. Menurut orang itu wajar karena aku tegas . Tapi tidak menurutku..

 

Sebenarnya ingin bilang suka padamu. Tapi egoku selalu melawanku yang membuat aku bicara sesuatu yang berlawanan dengan isi hatiku..

 

Tuhan, andaikan aku bisa mengobrol dengannya sekali saja..

 

*

 

Hari ini Park Songsaeng meminta kunci ruang laboraturium yang dititipkan kepadaku beberapa hari yang lalu. Tapi saat kucari disakuku, kunci itu menghilang entah kemana. Teman sekelompokku pasti heran, karena baru kali ini aku menghilangkan barang penting itu..

 

“Apa boleh buat, ini tanggung-jawab seluruh anggota kelompok. Kalian berempat, carilah baik –baik!” Suruh Park Songsaeng yang akhirnya pergi keruang guru.

 

“Ba.. baik Songsaeng..” Aku tergagap.

 

“Pasti terjatuh ditaman!” Tebak Mari.

 

“Ayo kita cari bersama, kan solidaritas kelompok!” Ajak Taehyung dan Hoseok. Yah, aku sekelompok dengan Taehyung..

 

.

 

“Maaf ya merepotkan, kalian pulang saja. Biar aku yang mencarinya. Ini salahku..”

 

“Kalau begitu aku pulang, maaf ya, aku ada les tambahan..” Hoseok melambaikan tangannya lalu berjalan pulang.

 

“Aku juga. Maaf ya, Chanmi..” Mari juga pulang. Tinggal aku sendiri. Ah, pasti Taehyung juga sudah pulang..

 

“Iya.”

 

Aku menatap langit. Sudah gelap. Meski takut, pokoknya akan kucari kunci itu sampai ketemu!

 

“Hihihihihihi…”

 

“WAAAAAAA!!” Aku terjengkang kebelakang saat melihat sosok didepanku yang ternyata adalah Taehyung. Airmataku mulai bergulir dipipi, tadi a.. aku terlanjur takut.

 

“Hehehe, maaf ya. Wah, wajah Chanmi lucu juga kalau sedang menangis haha.”

 

Puk Puk!

 

Aku berhasil menjitak pundaknya. Huuh, dasar Taehyung!

 

“Aku habis pinjam senter milik penjaga sekolah.” Taehyung mengarahkan sinar senter itu kesemak –semak dan berjalan, “Ayo cari!”

 

Eh, Taehyung tidak pulang?

 

“Tae.. hyung, gomawo..” Ujarku lirih. Baru kali ini aku mengalahkan egoku sendiri..

 

Taehyung menoleh dan menghampiriku. Ia menatapku lembut. Oh god, apa Taehyung penyihir?

 

“Eh, itu kan kuncinya!” Taehyung mengarahkan telunjuknya pada ranting pohon. Aku menoleh lalu mendongak dan mendapati kunci itu diatas kepalaku.

 

“Karena dianggap barang yang terjatuh, jadi seseorang menggantungkannya disitu. Haha, tadi kita mencarinya hanya dibawah, pantaslah tidak ketemu!” Taehyung menggapai tangannya untuk mengambil kunci itu. Lalu dia menyerahkannya kepadaku.

 

.

 

“Sejak kecil, aku selalu membawa kunci rumah sendiri. Itu karena orangtuaku selalu pulang malam, dan aku bisa terus bermain dengan tetangga yang sepertiku.”

 

Aku mendengarkannya dengan senang. Baru kali ini aku sedekat ini dengan Taehyung. Apa tuhan mengabuli permohonanku kemarin malam?

 

“Oh iya, kami saling memberi isyarat dengan senter atau sinar! Jika bersinar tiga kali, artinya ‘Datanglah!’ atau ‘Main yuk!’.” Jelas Taehyung.

 

“Itu saat kau tinggal di Busan?” Tanyaku.

 

“Iya, eh, aku harus memperbaiki aksenku ya?” Tanya balik Taehyung.

 

“Tidak usah diperbaiki, justru aku sangat suka..”

 

Eh, aku ngomong apa!

 

“Begitukah? Baiklah, tidak usah diperbaiki, hehe.” Candanya.

 

*

 

“Eh, Ketua OSIS tumben bawa cermin kesekolah..” Sindir Hoseok. Aish.. anak ini.

 

“Pasti ada namja yang kau sukai kan? Biasanya wanita akan selalu memperhatikan penampilannya kalau sedang jatuh cinta.” Jelas Jimin. Oh, lagi –lagi ia mengatakan argumennya! Tapi kurasa argumennya ada benarnya juga..

 

“Pasti Taehyung. Laku juga dia..” Ujar Hoseok.

 

“Ti.. tidak! Untuk apa aku menyukai namja suka terlambat dan bodoh seperti dia.. Aku tidak suka! Aku tida-”

 

Aku terpeleset dan jatuh lalu tak sengaja menarik kursi –kursi yang sudah disusun.

 

Brukk! Brukk! Brukk!

 

“Chanmi…”

 

Aku membuka mataku pelan dan melihat Taehyung sedang menggendongku. A.. apa? Taehyung menolongku?

 

“Chanmi kau tak apa –apa?” Tanya Taehyung khawatir karena melihat sikutku berdarah tergores kaki meja.

 

Tapi aku baik –baik saja kok. Ini hanya luka kecil. Kemudian Taehyung menurunkanku..

 

Bruk!

 

Taehyung pingsan.

 

“A.. apa yang terjadi padamu, Taehyung-ah?! Taehyung bangun!!” Aku berteriak panik sembari memegangi kepalanya yang baru kusadari mengeluarkan darah. Lalu Jimin dan Hoseok segera melapor Park Songsaeng dan beberapa temanku membawanya ke UKS.

 

Taehyung maafkan aku..

 

*

 

“Kim Sera?”

 

“Hadir!”

 

“Kim Soohyun?”

 

“Hadir, pak!”

 

“Kim Taehyung?”

 

Sunyi..

 

“Dia masih sakit ya?” Tanya Park Songsaeng. Aku menatap buku catatan siswa dengan lesu. Sudah tiga hari ini dia tak masuk karena sakit. Padahal, aku sangat ingin meminta maaf..

 

Cling

 

Sebuah sinar sukses mengganggu ruang kelas kami. Sinar itu menusuk penglihatan kami..

 

“Duh, siapa sih yang iseng begini?” Tanya Ara, teman sebangkuku.

 

Disana, diatas gedung sekolah yang satunya, ada seseorang.

 

Sinar itu bersinar tiga kali..

 

“… Jika bersinar tiga kali, artinya ‘Datanglah!’ atau ‘Main yuk!’.”

 

Aku pergi berlari keluar kelas tiba –tiba.

 

“Shin Chanmi!!! Mau kemana kau?” Panggilan yang bertubi –tubi ditujukan kepadaku seakan dapat kutangkis begitu saja demi sinar itu.

 

Aku sampai tak sadar sudah sampai lantai atas.

 

BRAK!!

 

Aku membuka pintu paling atas dengan paksa dan berjalan keluar.

 

“Taehyung..” Panggilku. Tak sadar airmataku sudah deras mengalir.

 

“Chanmi, akhirnya kau menyadarinya. Aku pikir tidak.” Ia tersenyum padaku seraya menggenggam sebuah cermin. Cermin punyaku..

 

Aku bertekuk lutut dan menangis sejadinya.

 

“Aku… suka Taehyung!!!” Aku berteriak. Dan inilah perasaanku, perasaan yang paling tulus akhirnya kuungkapkan lewat kata -kata ini.

 

“Chanmi..” Aku tau Taehyung pasti kaget.

 

Tak kusangka ia menghampiriku dan mendongakkan kepalaku. Lalu ia menatapku lama.

 

“Biar kau suka terlambat dan suka bolos, tapi aku mencintaimu sepenuhnya..” Ujarku.

 

“Ini… seperti mimpi. Bisa kau katakan sekali lagi?” Pintanya kemudian. Wajahnya mendekat dan menyisakan beberapa senti saja diantara kami. Aku rasa, wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus.

 

“Saranghae, Taehyung-ah!!” Aku memberanikan diri lagi..

 

“Nado Saranghae, Chanmi-ah!!” Taehyung menghapus airmataku yang bergulir dipipi. Kemudian mengendongku dipunggungnya.

 

“Ayo kita kekelas! Nanti Songsaeng marah, chagi.”

 

Cha.. Chagi?

 

Aku menggigit bibir bawahku lalu seraya berkata, “Aku akan menelponmu setiap hari agar kau tidak terlambat!” Dan kami berduapun tertawa.

 

-END-

A/N: Maaf kalau gak fluff sama sweet. Kalau mau, bacanya bareng Suga, pasti jadinya sweet deh! XD /Kabur/?

Advertisements

6 thoughts on “[One Shot] Brown Haired Taehyung

  1. Maafkan aku yang baru aja nemu(?) ff ini di library._.
    Dan entah kenapa aku bacanya malah nangis-_-”
    Kalo penulisan kata2 asing, di italic / miringin ya tulisannya 🙂 soalnya kan bukan bahasa kita /apalah ini/
    Maaf mungkin terkesan menggurui, tapi fighting buat ff yang lainnya! Ini keren, lho!

    Liked by 1 person

    1. Whaa ini ff udah lama waktu aku masih labil/? kata-katanya rancu banget yaampun /.\ tapi kalau kamu mau baca aja udah syukuran/?
      Iya, aku salah dipenulisan italic /.\ dan itu alay banget /lho
      Terima kasih sudah baca dan komentar yaa~ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s