[Oneshot] Purple Haired Prince …

6f8ad4475d2144c031dbe492c8d7a0ea 

author : luhluhluh 

Cast : Kim Taehyung … Bae Suzy 

genre : sad , romance, drama 

My heart wants to find you again
Why is it lingering like this?
I cant accept myself without you
Tonight is just one night
Just like before I lost you

*Please listen to my heart just once
Everyday every night i am missing you
Even if you are not by my side,
Even if I cant see you now,
In my heart, you are always the same 

Menerawang melihat langit kota Seoul yang mulai menggelap. Pandangan kosong terus terpancar melihat bintang-bintang dan bulan yang menemai yeoja ini. hampir setiap malam Suzy selalu berbaring dibawah sinar bulan dan bintang.

Mencoba melihat lukisan wajah namja yang sangat ia rindukan, semenjak 2tahun terakhir hidupnya tidak teratur. Memakan makanan instant, selalu tidur larut malam, tidak memakai pakaian hangat saat salju turun, selalu terlambat masuk kedalam kelas. Hidupnya benar-benar berputar 180 derajat semenjak Kim Taehyun pergi meninggalkan yeoja ini sendirian.

Apartement yang selalu bersih kini mulai terlihat seperti kapal pecah, banyak bungkus bertebaran dimana-mana, baju sampai hal pribadi milik Suzy tergeletak menunggu pemiliknya memasukan ke dalam misin cuci.

“Taehyung-ah! Apa kau tidak merindukan aku?” gumaman pelan terdengar dari balkon

Seorang namja telah membuat kehidupan Bea Suzy hancur. Meninggalkannya sendiri

Suara bel terdengar sangat jelas, tapi tetap saja yeoja ini masih terus terfokus oleh langit gelap. Tak sabar menunggu sipemilik membuka pintu. Tamu tak diundang itu menekan beberapa digit untuk membuka password.

Membelalakan matanya seakan mau keluar melihat apartement yang dulu rapi, bersih, dan wangi menjadi kapal pecah. Mencari makhluk Tuhan yang sengaja memberantak rumahnya sendiri. Melihat pintu balkon terbuka membuat kedua makhluk Tuhan yang misterius ini menuju balkon.

“Y-YA! BAE SUZY!” teriak yeoja dibelakang suzy dengan raut muka memerah, entah kesal atau cuaca kota Seoul lagi panas.

“mwo?”

“lihat dirimu! Lihat apartementmu! Kamu kenapa? ”

“Y-YA! Juniel! Kenapa kau berteriak! Aku tidak tuli!” tatapan tajam terus tertuju pada yeoja dan namja didepannya.

“K-KAU itu! aaah! Jin tolong urus sepupumu itu! aku sudah cepek selalu membersihkan apartementnya dan harus mengurus dia … KIM TAEHYUNG!!”

Ketiga makhluk Tuhan itu masih sibuk bertatap tajam, Jin dan Juniel yang sudah jengah dengan tingkah Suzy yang dinilai setiap hari semakin parah. Berbeda dengan Suzy yang lagi merenung kembali menunggu pangeran berambut ungun itu pulang.

“apa kalian tidak tau .. aku begitu terpuruk saat ini  .. tangan dan kakiku tak mampu untuk melakukan sesuatu .. aku sangat merindukan dia .. dan kalian kesini hanya untuk memarahiku? Lebih baik kalian pergi saja!” perkataan Suzy membuat suasana yang tadi sunyi seakan menegang dengan meningkal sepasang kekasih itu dibalkon.

Memasuki kamar yang terbilang cukup besar. Dengan warna pink dan putih disetiap sudut ruangan dan dinding terdapat beberapa foto yang tertata dengan rapi. Melihatkan senyuman hangat dari mereka berdua.

Duduk terdiam di meja belajarnya sambil memegang sebingkai Foto. Air matanya mulai turun secara perlahan dari ujung matanya. Menatap dengan penuh kenangan yang seakan berputar kembali di otaknya.

Membaca secarik surat yang sudah usang dibalik foto itu. tangannya seakan bergetar membaca surat itu. dan air matanya terus saja turun semakin deras. Membasahi seluruh pipi merahnya.

Melihat awan yang terbentuk wajahmu

Desah angin meniupkan namamu di telingaku

Lengkungan bulan sabit terlihat begitu indah sama dengan senyumanmu

Aku ingin selalu melihat senyuman indahmu itu

Apa kau memakai narkoba?

Seakan kau menjadi candu dalam hidupku

Tetaplah disisiku sampai kapan pun

Kim Taehyung

Tertunduk lemas dengan air mata terus turun. Memegang surat itu dengan sangat kuat, seakan tangannya sedang menggengkan tangan Taehyun. Kemana namja ini pergi? Kenapa harus membuat gadis secantik Suzy terus terpuruk dalam 2tahu? Apa yang sebenarnya mereka alami?

 

 

 

Flashback ….

Seoul, 29 Juli 2009

Kota Seoul tengah sibuk akhir-akhir ini. banyak penduduk terutama anak-anak sekolah mulai memadati jalanan, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Dan murid mana yang tidak senang dengan statusnya sekarang menjadi anak senior high.

Matahari sudah mulai memancarkan sinarnya, memasuki ruangan yang sangat sepi. Entah kemana penghuni ruangan itu. sinar matahari yang masuk melalui tirai putih tipis menghangatkan tubuh si pemilik kamar.

Terlihat yeoja masih tidur dengan selimut mengulung badan mungilnya. Meski dengan mata tertutup kecantikan wajahnya sudah terpancar. Tak heran yeoja ini selalu dibenci teman-teman junior highnya. Mereka menganggap Suzy sebagai yeoja perebut namjachigu.

“SUZY! Sampai kapan kamu terus tidur! Ini hari pertamamu sekolah!” teriakan dahsyat terdengar memekak telinga.

Dengan mata tertutup Suzy mendudukan dirinya sambil mengaruk-garuk rambut panjangnya. Mencoba mengumpulkan nyawa yang telah hilang dibawah pangeran berkuda putih. Mencoba membuka matanya untuk melihat jam berapa sekarang.

Membulatkan matanya seakan tidak percaya. Setengah jam lagi pintu gerbang akan ditutup dan dirinya masih berbalut piyama. Dengan kekuatan bulan Rapmon yeoja ini melakukan ritual bersih-bersih dan berlari turun.

Mengecup appa, eomma dan oppanya tanpa berhenti untuk ikut makan pagi. Hanya gelengan yang diberika ketiga makhluk Tuhan itu dari meja makan.

“eomma lihat anakmu itu! pasti dia terlambat!” celetuk namja bertubuh tinggi bernama Bae Chanyeol

Suzy keluar rumah dengan berlari. Entah apa yang dipikiran yeoja ini kenapa dia tidak menaiki mobil kan pasti lebih cepat. Dia memilih untuk menaiki skateboard.

“aah! pasti jalanan macet! Lebih baik aku menaiki kamu” berbicara sendiri dengan skateboard ditangan kanannya.

Tebakan yeoja itu memang tidak pernah meleset! Memang benar semua sedang terkena macet dan Suzy tetap melaju dengan skateboard pinknya

“hahaha macet ya? Aku duluan ya!” sambil melambaikan tangan ke Juniel yang terjebak macet

Lima belas menit yeoja itu menghabiskan waktu. Dengan nafas tersengal-sengal yeoja itu melangkahkan kakinya. Memasuki kolidor dan semua mata tertuju pada yeoja itu.

Melihat-lihat badannya takut terjadi sesuatu tapi! Itu tidak terbukti. Meski Suzy menggunakan skateboard tapi dandannya tetap sempurna.

Sibuk melihat-lihat tubuhnya tanpa sadar menabrak seseorang.

“aah! sakit” melihat tangannya yang lecet akibat skateboard mendarat sempurna

“yeoja bodoh! Apa kau tidak lihat! Manusia sebesar ini?” namja berambut ungu itu terus mengelus punggungnya akibat terbentur loker dibelakang.

“M-Maafkan aku kak! Aku tidak sengaja” sambil terus membungkukan badannya dan merasa sangat bersalah

Mencoba berdiri dan dibantu oleh Suzy. Mata mereka saling bertemu, entah petir dari mana bisa membuat tangan Suzy seperti tersengat aliran listrik saat memegang tangan kakak osis berambut ungu itu.

-Suzy POV-

Kenapa jantungku seakan ingin keluar seperti ini? Tuhan tolong aku! Tatapan namja ini sungguh membuat aku tubuhku menjadi leleh.

Aku memberani diri untuk menatap mata indah itu. saat ini tubuhku aeakn terbang bersama kupu-kupu. Tanganku masih memegang tangannya dan apa ini? aliran listrik telah menusuk tulang rusukku

“kamu anak baru?” sontak aku terkejut mendengar itu

“iya .. apa kakak ini osis?” pertanyaan bodoh terucap jelas-jelas saja namja ini berpakian osisi dan aku menanyakan itu

“iya .. Bae Suzy! Kamu tau kan ini sekolah bukan taman1 dan kenapa kamu membawa skateboard itu? kamu iku saya!”

Dengan menundukan kepalaku aku terus mengikuti kakak osis ini. ingin sekali bertanya namanya tapi niat itu seakan hilang saat dia mengajak aku kesebuah gudang. Disana terdapat beberapa anak yang membersihkan tempat kotor itu.

“apa dia menghukumku dengan membersihkan ini? oh my GOD!” batinku sambil terus menatap sekeliling gudang

“kamu yang membawa skateboard! Bersihkan ini bersama yang lain!” dengan nada tinggi kakak osis berambut ungu itu menyuruh aku

Meletakan papan pink kesayanganku disebuah kursi panjang tak jauh dari pintu masuk. Mengambil kantuk plastik dan memunguti sampah. Hanya rasa malas yang saat ini melanda, siapa saja tolong aku!

Menggunakan tangan kosong tanpa sarung tangan. Aku tetap mengambil sampah, memang terasa sangat asing melihat yeoja tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja. Tapi aku bukan seperti mereka, terlalu mementingkan kehalusan kulit tangan dan kuku. Itu membuat aku ingin muntah!

Dari tadi namja berambut ungu itu terus memandangi aku. Entah apa yang dia lihat, langkah kakinya seakan terdengar dengan jelas. Berjongkok tepat disebelahku sambil mengeluarkan tissue basah dari kantongnya.

“kamu itu yeoja! Kamu harus menjadi tanganmu agar tetap halus .. bagaimana kalau kamu bergandengan tangan dengan namjachigumu dan tanganmu kasar .. pakai ini .. namaku Taehyung kamu bisa memanggilku V” senyuman itu sungguh membuat hatiku meleleh tanpa aku harus repot – repot mencari namanya dia sudah memberitau aku

“ Taehyun-ah kau baik terima kasih” batinku sambil terus menatap kepergian namja berambut ungu itu.

Sudah hampir satu tahun aku menjadi siswi Genie sunior high, banyak sekali kenangan yang terjadi didalam gedung ini. duduk sendirian ditaman belakang sekolah. Aku sangat suka dengan  suasana taman ini, begitu sunyi dan angin yang menghembus begitu pelan membuat rambutku yang tergerai tidak berantakan.

Memejamkan mata untuk menikmati anugrah terbesar dari Tuhan. Merasakan jemari lembut yang mengelus rambutku, sejak kapan seseorang yang benar-benar aku cintai berada disini. Merasakan kelembutan dari jemari-jemarinya membuat aku enggan untuk membuka mata.

“Suzy sampai kapan kau terus menutup matamu! Apa kau tidak mau melihat aku eoh?”

“tidak! Aku sangat ingin sekali melihat kamu Taehyun oppa!”

“kajja” menariku  tangnku dengan begitu lembut. Entah mau dibawa kemana aku mungkin aku akan dibawah ke gereja.

Berhenti disebuah danau tak jauh dari sekolah. Ada beberapa angkasa putih berenang begitu cantik, memeluk erat Taehyung. Senyuman terus terukir dibibirku namja ini tidak pernah bersikap romantis sama sekali dan apa ini! dia sekarang melakukannya

Tepat di ujung danau terdapat rangkaian bunga berbentuk hati, tepat di tengah-tengah hati itu ada tulisan “Kim Taehyung Bae Suzy”

“saranghae Suzy” bisikan itu membuatku semakin mengeratkan pelukanku. Aah! mungkin sebentar lagi aku akan meleleh.

Menghabiskan waktuku dengan terus memetik senar gitar akustik ini. aah! kemana pangeran berambut ungu ini pergi. Apa dia tidak tau kalau aku benar-benar merindukan dia.

Sudah hampir 2minggu pangeranku menghilang dari peredaran bumi. Mengambil handphone tak jauh dari tempat aku duduk. Mengetik beberapa kata dan tak ada balasan dari pangeran berambut ungun tersebut.

To : purple price

Chagi-ya kamu dimana? Sudah 2 minggu kamu menghilang

Aku kangen kamu ….

Hampir 3jam aku melihat layar putih ini. tidak ada satu pun tanda pesan masuk, sekali ada pesan masuk itu pun dari operator. Perasaan gelisah mulai menghantuiku, sampai kapan kamu terus menghilang seperti ini.

“Taehyung oppa kamu pergi kemana?” memainkan gitarnya dan terus menerawang melihat langit gelap Seoul.

Terlelap diatas kursi panjang dibalkon, tanpa selimut dan angin malam Seoul berhasil membuat yeoja ini terlelap tidur. Terbangun karena sinar matahari mengenai matanya.

“kenapa badanku dingin ya? Aaah! Mungkin karena aku tidur diluar” hidungku memerah seperti badut dan cairan bening ini terus keluar dari hidungku.

Memakai jaket dan syal membuat tubuh mungkilku menjadi hangat. Memasuki sekolah dan mencari pria berambut ungu. Tak susah aku mencari dia, berlari cukup kencang karena takut kehilangan Taehyung lagi.

Aku memeluk tubuh namja itu dari belakang. Menghirup setiap aroma dari tubuhnya, rasa rinduku sudah tidak bisa terbendung lagi.

“oppa kamu jahat! Kenapa kau meninggalkan aku selama 2minggu!” hanya senyuman yang keluar dari namjachiguku

“ya! Aku tidak butuh senyuman itu aku hanya butuh jawaban!”

“maafkan aku Suzy .. aku telah pergi tanpa memberi taumu!” pelukan hangat dari Taehyung membuat rasa marah dan kangenku hilang.

Jam istirahat adalah hal paling ditunggu. Taehyung sengaja menunggu diluar kelas, dengan kedua tangan dimasukkan di kantong celana dan tatapan tampannya. Aah! hal itu yang selalu aku rindukan dari sosok Teahyung. Mengajakku ketaman belakang sekolah. Memberiku sup panas

“kenapa kamu bisa sakit seperti ini? apa kamu terus berada diluar semalaman kemarin? Chagi jaga kesehatanmu aku tidak mau melihat kamu jatuh sakit seperti ini! kamu harus makan ini dan minum obat  ini!” aku suka meski dia terlalu cerewet untuk ukuran namja tapi semua itu adalah perahatian tulus darinya.

Menidurkan diriku dipahanya membuat rasa pusing ini sedikit hilang. Menatap wajahnya dari bawah sungguh menambah tingkat ketampanannya. Jemarinya mengelus-ngelus lembut rambutku. Senyuman terus terukir di wajahnya. Andai waktu ini bisa berhenti.

“Suzy berjanjilah padaku .. ketika suatu hari ini kamu tidak bisa menemukan aku .. tidak bisa memelukku .. tidak bisa berbuat manja denganku .. kau harus tetap melanjutkan hidupmu .. kau harus tetap menjadi Suzy yang ceria seperti yang aku kenal .. kau harus menjaga kesehatanmu .. jangan terlalu sering berada diluar karena angin malam tidak baik .. jangan terlalu sering menggunakan skateboard .. jangan terlalu sering memakan masakan instant .. aku akan rela jika kamu berbahagia dengan orang lain”

Ucapan itu sungguh membuat hatiku menjadi sesak seketika. Aku tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Taehyun, rasa takut untuk kehilanganmu semakin besar. Dan aku tidak mau untuk kedua kalinya kehilangmu. Aku hanya menatap namja ini dengan tatapan penuh tanya. Tapi Taehyung hanya membalas dengan senyuman.

1 tahun kemudian ….

Aku berada di tingkat akhir, setiap hari aku disibukan dengan les dan tambahan pelajaran dari sekolah, hidup menjadi tingkat akhir sungguh mengikat dan membuat rambut seakan mau rontok. Mungkin ini yang dirasakan Taehyung waktu tingkat akhir.

Duduk sendirian di belakang taman sekolah. Taman ini memang indah tapi tak seindah dulu. Aku hanya duduk sendirian dibangu putih yang terletak di tengah-tengah taman. Tempat ini menjadi saksi bisu antara aku dan Taehyung.

Pertama kali Taehyung mengajak aku untuk bertemu …

Mengungkapkan perasaannya kepadaku …

Membolos bersama …

Makan bersama …

Tertawa bersama …

Kata-kata aneh dari Taehyung ...

Semua terekam jelas, saat ini aku memandang keseluruh sudut taman, dapat ku lihat rekaman dulu yang secara otomatis terbentuk didepan mataku. Aku tersenyum sendiri saat mengingat itu semua.

“Taehyung kenapa kamu harus jauh-jauh ke Jerman hanya untuk sekolah?”

Sudah satu tahun Taehyung meninggalkanku, hanya sesekali memberi pesan dan webcam sungguh jarak yang memisahkan kita membuat aku ingin menangis. Tapi aku tetap bertahan meski didalam hatiku sakit.

Menyelusuri kota Seoul dengan seragam masih melekat ditubuhku. Mungkin kalau Taehyung ada disebelahku dia akan marah besar dan menyuruh aku membeli baju, karena dia namja yang tidak suka melihat orang lain masih menggunakan seragam untuk berjalan-jalan

Getaran dari saku rokku membuyarkan lamunanku. Mencoba melihat siapa yang menelfon dan berharap itu dari Taehyung

“oppa! I really miss u!”

“hmm … aku juga chagi!”

“kenapa kamu menelfon aku .. aaah! Kita punya ikatan yang kuat!”

“ada yang ingin aku bicarakan .. Suzy apa kamu masih ingat pesanku satu tahun lalu? Aku ingin kamu menjalankannya .. aku ingin kamu menjadi seperti apa yang aku katakan satu tahun lalu … Suzy aku sungguh mencintaimu .. tapi aku tidak bisa terus bersamamu … aku mau kita akhiri saja hubungan ini .. aku tidak mau membuat kamu selalu menunggu aku yang tidak akan kembali ke Korea .. aku mau kamu melanjutkan hidupmu lebih baik lagi .. meski tanpa diriku aku percaya bahwa kamu bisa Suzy .. kau adalah Yeoja yang kuat dan hebat .. kau juga cantik pasti mudah untukmu mendapatkan namja yang lebih baik dari aku .. aku telah menyakitimu Suzy dengan cara terus pergi tanpa memberi kabar .. terus menghilang .. Suzy aku mencintaimu .. selamat tinggal Suzy”

Tanganku seakan tak kuat untuk memegang handphone ini. kakiku menjadi lemas entah kenapa hal yang aku takutkan terjadi. Tanpa menuggu aku berbicara dia langsung menutup telfonnya. Terduduk diam didepan toko dan air mata ini terus menetes.

“oppa kau kejam .. kenapa kau putuskan ini secara sepihak! Meski kau terus menghilang dari hidupku tapi kau akan kembali lagi .. dan kenapa kau pergi dan  tidak kembali .. oppa aku sungguh mencintai kamu .. apa yang harus aku lakukan tanpamu .. oppa! Cepat kembali jangan pergi lagi .. dan lihatlah oppa akumenangis! Oppa tidak suka melihat aku menangis kan? Tapi kenapa oppa membiarkan aku menangis karena mu?”

Flashback end …

Melangkahkan kakiku untuk menjauh dari apartment yang tidak berbentuk ini. menyelusuri setiap sudut kota Seoul. Ingataku seakan kembali dimasa lalu, aku begitu hancur sejak kepergian Taehyung. Mengetahui dia sudah tenang disana.

Semua orang tidak mengerti kepergian pangeran berambut ungu itu. hanya aku yang mendapat kabar bahwa Taehyung telah tiada karena menyakitnya yang sejak lama terus menggerogoti tubuhnya.

Menghitung langkah demi langkah jalan yang pernah kita lewati bersama. Merasakan indahnya kota Seoul yang sejak lama aku tinggalkan. Aku sungguh takut untuk melangkahkan kakiku keluar, karena kenangan dikota ini begitu besar.

“aku rindu akan jemarimu Taehyung yang selalu mengelus rambutku secara lembut, Taehyung kenapa kamu pergi secepat ini? dan kenapa kau tidak memberitauku tentang penyakitmu itu?”

Hari semakin larut, matahari sudah terganti dengan senja yang menampakkan sinarnya. Terduduk diam di pinggir danau dekat sekolakku dulu. Melihat rangkaian bunga berbentuk hati yang sudah rusak.

Mencoba memperbaiki setiap benang yang terbentuk di tengah-tengah hati. Menempalkan satu per satu bunga mawar dan tulip yang aku ambil dipinggir kolam. Memasang kembali di pinggir tempat duduk ini. dan sengaja aku membeli lilin untuk aku taruh dipinggirnya.

“Taehyung oppa! Apa kau bisa lihat .. rangkaian yang dulu kau buat menjadi lebih cantikkan! Berterima kasihlah bersama aku .. aku kan pandai membuat ini!”

Tersenyum puas melihat hasil karyanya dari kejauhan.

“Taehyung oppa maafkan aku selama dua tahun ini menjadi tidak karuan .. selalu terpuruk atas kepergianmu .. tapi sekarang aku sadar saat melihat tulisan yang ada di tengah-tengah hati itu .. aku akan hidup sesuai yang kau katakan .. oppa tenanglah disana aku selalu merindukanmu .. aku selalu menyayangi kamu .. dan aku sangat mencintaimu”

My heart wants to find you again
Why is it lingering like this?
I cant accept myself without you
Tonight is just one night
Just like before I lost you

*Please listen to my heart just once
Everyday every night i am missing you
Even if you are not by my side,
Even if I cant see you now,
In my heart, you are always the same

missing you D.O 

 

 

tolong tinggalkan jejak … maaf atas ff saya sebelumnya, aku belum tau kalau tidak boleh mengandung unsur itu. hehehe mohon maaf ye 

comment please

Advertisements

One thought on “[Oneshot] Purple Haired Prince …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s