[Drabble] I Hiccup You

Yura Lin proudly presents;

I Hiccup You

Genre:

Fluff

Length:

Drabble

Rating:

PG

Cast:

BTS Jin | Lee Sarang

 Summary:

Sometimes, hiccup is not only a hiccup.

“Berhenti minum, Sarang-ah! Kau sudah melewati batas kemampuan minummu!”

Jin mencoba untuk menghentikan Sarang. Ia sudah menyingkirkan gelasnya tapi bartender sialan itu memberikan gelas lain dengan gerakan santai. Ia sudah menarik gadis itu tapi Sarang memeluk meja bar sekuat tenaga. Ia sudah menggendongnya paksa tapi ia turunkan lagi karena… karena…

Jangan bahas itu!, Jin menepuk wajahnya gemas.

“Kau.. hiks.. tidak mengerti. Hiks. Rasanya sakit..” gumam Sarang, sesekali cegukan, sambil menegak satu gelas kecil vodka lainnya.

Jin mengerjap tak mengerti. Ya, Sarang benar. Ia memang tidak mengerti apa yang membuat gadis itu berani melewati batas kemampuan minumnya hingga mabuk seperti ini. Selama ini, apapun yang terjadi, Sarang tidak akan mau minum sambil mabuk. Dia tidak ingin merepotkan siapapun. Dia juga tidak mau menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

“Apa yang sakit? Katakan padaku. Biar aku obati,” balas Jin.

Sarang menggelengkan kepalanya cepat lalu merengut. Wajahnya bisa disandingkan dengan anak kecil yang tidak mau dipaksa untuk belajar. “Kau.. hiks.. kau tidak bisa!”

“Kenapa—“

“Karena kau yang membuat.. hiks.. ku sakit!”

Jin terhenyak sejenak. Dia semakin tidak mengerti.

“Jelaskan padaku, Sarang-ah. Biarkan aku mengerti,” ujar Jin lembut.

Sarang menegak vodkanya kembali. Oh, betapa dia mencintai vodka dengan lemon itu. Dia menarik napas dalam sebelum menyentuh bibirnya seakan dia sedang berpikir. Setelah beberapa detik berpikir, tangannya turun ke dadanya lalu menepuknya tepat di jantung.

“Kau sakit jantung? ASTAGA, LEE SARANG! Seseorang yang sakit jantung tidak boleh minum alkohol!” omel Jin.

Sarang menekan bibirnya dengan telunjuk. “Ssshh!! Hiks. Sok tau!”

“Kau tidak percaya? Aku pernah baca majalah kesehatan dan—“

“Jantungku.. hiks.. baik-baik saja. Hanya saja, hiks.. rasanya seperti .. hiks.”

“Seperti?”

Sarang menggeleng, enggan untuk menjawab. Dia merantukkan gelasnya ke meja bar untuk mendapatkan perhatian dari bartender. Kali ini, Jin membiarkannya mendapatkan segelas vodkadengan lemon kesukaannya itu.

“Rasanya seperti apa, Sarang-ah?” desak Jin.

Tangan Sarang kembali menyentuh bibir tanda dia kembali berpikir. Jin cukup terpukau melihat orang mabuk di depannya masih bisa berpikir padahal orang mabuk biasanya akan mengatakan dan melakukan apapun tanpa dipikir. Bukankah itu fungsi alkohol, mematikan otak sejenak?

“Diremas.”

“Apa?”

“Rasanya seperti.. hiks.. diremas. Setiap kau bersama.. hiks.. perempuan lain, jantungku.. hiks.. seperti diremas. Apalagi saat kau.. hiks.. bersama Hyeri. Hiks. Kalian menari bersama. Hiks. Mesra sekali.”

Jin pun teringat kejadian pagi ini. Kampusnya mengadakan festival dan klub tarinya menjadi salah satu mengisi acara. Dia ditunjuk untuk menari berpasangan. Temanya memang seksi jadi mau tidak mau, ada banyak skinship antara dia dan Hyeri, junior yang kebetulan menjadi pasangannya.

Mata Jin membulat tak percaya. “Kau.. apa?”

“Aku sudah mengatakannya! Hiks, kau tidak mendengarku. Hiks.”

Tubuh Jin seperti tersengat listrik. Dia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Lagi, dia bertanya, “Apa?”

I hiccup you, Jin. So~~ much~~~” Sarang menggunakan tangannya untuk menggambarkan seberapa besar perasaannya. Benar-benar mengingatkan Jin akan anak tk yang sedang ditanya seberapa besar dia menyayangi orangtuanya.

Jin menutup matanya sejenak. Dia terkekeh pelan. Betapa kreatifnya Sarang memakai kata cegukan sebagai kata pengganti.

“Sarang-ah, aku—“

Sebelum Jin sempat menyelesaikan kata-katanya, Sarang sudah berlari ke tempat dimana ia bisa muntah sampai puas.

***

Hal yang pertama kali ia lakukan setelah membuka mata adalah mengerang kesakitan. Kepalanya benar-benar sakit akibat hangover. Perutnya pun tidak kalah sakit, err, mual tepatnya. Sarang hanya pasrah ketika merasa ada tangannya yang membantunya untuk duduk.

“Oh, kau..” gumamnya saat sadar yang membantunya adalah Jin.

Jin memberikan 2 tablet aspirin dan segelas air putih yang diterima dengan baik oleh gadis itu. Dia langsung menelan keduanya dalam waktu yang bersamaan lalu menegak airnya sampai tetes terakhir. Dia benar-benar haus.

“Tunggu.” Sarang memegang bibirnya dan mencoba berpikir apa yang membuatnya merasa ada yang salah. Matanya membulat ketika otaknya memberikan jawaban. “Ya Tuhan, apa yang kau lakukan disini, Kim Seokjin?!”

Jin menutup telinganya erat. Sarang selalu saja memanggilnya dengan nama panjangnya jika kaget atau marah seperti ini. Bukannya Jin kesal, hanya saja dia merasa risih.

“Aku mengantarkanmu pulang. Aku tidak akan membiarkanmu menyentir dalam keadaan mabuk. Karena sudah dini hari, aku memutuskan untuk menginap,” jelas Jin. “Aku juga ingin memastikan kau baik-baik saja.”

Sarang tidak terlalu mendengarnya. Dia sibuk meracau dalam hati. Dia panik karena Jin melihat keadaannya yang hancur berantakan seperti ini.

“Uh-oh.. hm.. kalau begitu, aku harus segera mandi lalu mengantarkanmu pulang,” gumam Sarang tak yakin.

Dia turun dari kasur dengan wajah ditekuk ke bawah. Entah mengapa, dia merasa tidak enak seakan pernah melakukan sesuatu yang memalukan kepada Jin walaupun ia tidak ingat apa itu. Dia meraih handuknya dalam perjalanan menuju kamar mandi.

“Tidak perlu.”

Sarang berbalik dan menatap Jin bingung.

“Aku bisa pulang sendiri. Aku tidak mau orang yang masih hangover mengantarkanku pulang. Aku masih ingin hidup,” tolak Jin sambil tersenyum main-main.

Sarang cemberut. “Ya sudah. Baguslah kau menolak. Aku juga malas mengantarkan orang menyebalkan sepertimu!”

“Oh ya? Apa itu sebabnya.. hm.. you hiccup me?”

Mata Sarang membulat. Dia memang tidak tahu bahkan mengerti apa arti dari kata-kata Jin tapi dia yakin itu mengandung arti yang cukup menyinggung perasaannya.

“Apa maksudmu?”

Jin mengibaskan tangannya. “Ah, lupakan saja. Aku pulang!”

Jin berjalan menuju pintu. Dia terdiam setelah membuka pintu.

“Sarang-ah.”

Sarang menoleh. “Uh?”

I hiccup you more.”

“Uh.. apa—“

Jin sudah terlebih dahulu menutup pintu apartemennya.

*

End

*

Advertisements

One thought on “[Drabble] I Hiccup You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s