[Oneshot] I Remember You And Our Memories

Untitled-1 copy

Judul : I Remember You and Our Memories

Author : Park Hyun Hwa

Genre : Sad,Hurt,Romance,School Life.

Length : Oneshoot

Main Cast : Kim Taehyung (BTS), Jung Hae Ra(OC).

Other cast : find it by yourself.

Rating : G

Disclaimer : real from my imagination,sorry for all typo. Don’t copy ! Don’t Bash ! FF ini pernah di publish di mana-mana dengan main cast yang berbeda. Pertama kali di post, di wordpress pribadi (klik).

I Remember You and Our Memories

“Dalam hening aku terdiam. Dalam sunyi aku menangis. Kesunyian malam ini membuatku mengingat akan segala hal tentangmu,bukan hanya tentangmu tapi tentang kita juga. Tentang kita yang bisa membuat kita senang, tentang kita yang bisa membuat kita tertawa riang gembira,dan tentang kita yang membuat kita bersedih.”

Rintikan air hujan mungkin mengerti perasaan yang sekarang sedang dialami seorang laki-laki tampan, berwajah unyu yang bernama Kim Taehyung. Lelaki yang kini tengah bersedih saat setelah mendengar orang yang ia sayangi telah meninggalkan semua kenangan dan semua orang yang menyayanginya. Entah sampai kapan ia akan menjadi seperti ini, yang jelas sekarang lelaki itu sedang membutuhkan waktu untuk menyendiri, menyendiri untuk menangis dengan ditemani semua kenangan-kenangan yang ia buat bersama seorang sahabat yang ia kenal saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama yang bernama Jung Hae Ra.

–Flashback on–

 

“Annyeong haseyo. Kenalkan nama saya Jung Hae Ra. Saya pindahan dari Jepang. Saya pindah ke sekolah ini karena mengikuti orang tua saya yang sekarang sedang ada tugas di Korea Selatan. Salam kenal dari saya untuk kalian semua.” Perkenalan seorang gadis berumur sekitar 15 tahunan dengan malu-malu, karena ia tidak mengenal seorang pun di kelas ini.

“Baik Hae Ra kamu duduk di sana ya.” Ucap gurunya yang menunjuk sebuah bangku nomor dua dari belakang dan nomor 2 dari sebelah utara.

Ia melangkah ke bangku yang dimaksud gurunya itu. “Annyeong haseyo. Perkenalkan nama saya Lee Hyun Ji. Apakah kita bisa berteman?” Ucap teman barunya yang sebangku dengannya.

“Bisa kok.” Hae Ra sungguh senang karena ia baru saja mendapat teman baru.

“Ngomong-ngomong kamu itu orang Jepang tapi bahasa Koreamu kok bisa lancar sih?”

“Oh itu karena ibuku orang korea dan ayahku orang jepang. Selama disana aku dilatih untuk bisa bicara dua bahasa itu.” Jelas Hae Ra.

“Oh jadi begitu. Aku bisa belajar bahasa Jepang dari kamu dong.”

“Bisa kok. Asalkan ada tipsnya.”

“Ada tipsnya ya? Gak jadi deh kalau begitu.”

“Aishh hey aku cuma bercanda tau. Boleh kok tanpa ada tips sepersen pun.”

“Yeah.” ucap  Hyun Ji kegirangan.

Kriinngg….

 

Bel pulang sekolah telah berbunyi,menandakan bahwa pelajaran hari ini telah diakhiri. “Hae Ra-ya. Aku pulang duluan ya.” Ucap Hyun Ji berdiri lalu pergi meninggalkan Hae Ra sendirian.

“Baik Hyun Ji-ah. Hati-hati ya.” Ucap Hae Ra yang sambil memasukkan buku pelajarannya. Ia melihat sebuah berkas berwarna kuning itu dan ia ingat bahwa ia harus mengumpulkan berkas berwarna kuning itu di Ruang Guru. “Oh iya. Berkasnya perpindahanku inikan harus aku kumpulkan sekarang. Ya Tuhan, kenapa aku bisa lupa? Aduh semoga saja gurunya belum pulang.”

Ia berjalan menyusuri koridor sekolah yang sudah bisa dibilang bahwa ini sepi seperti kuburan. “Aduh ruang gurunya ada dimana. Kenapa tadi aku lupa sih sama berkas satu ini.” Hae Ra menyesali perbuatannya. Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur.

Hae Ra bingung akan kemana ia harus melangkah, ia bukan bingung harus kemana ia melangkah, tetapi ia bingung harus berjalan lewat mana. Tiba-tiba ia mendengar suara seorang berjalan, ia bingung karena sekolah sudah sangat sepi dan kenapa bisa ada suara seperti orang berjalan. Beribu pertanyaan terbayang-bayang di kepalanya saat ini, mulai dari Manusia atau Setan? Kalau manusia kenapa belum juga pulang? Kalau setan tapi masak ada setan muncul jam 4 sore?. Suara kaki berjalan semakin mendekat dan membuat Hae Ra merinding, ia hanya bisa berdoa semoga itu manusia. Dan “Hei kenapa kamu belum pulang.” Tanya seorang yang tak diketahuinya dengan suara yang berat. Ia menengok ke belakang untuk memastikan apakah dia yang dimaksud. “Hei kamu yang menoleh kebelakang. Aku itu nanya ke kamu”

“Oh. Eh . Aku? Aku mau ke ruang guru. Tapi aku tidak tahu dimana ruang guru berada. Apakah kamu mau mengantarkanku ke ruang guru?” Hae Ra langsung saja tanya ke pemuda tampan itu tanpa basa-basi karena ia berpikir bahwa pemuda itu juga bersekolah disini karena dia memakai baju yang sama dengan yang dikenakan Hae Ra. Oh bukan bajunya yang sama lebih tepatnya corak bajunya yang sama.

“Kamu gak tau dimana ruang guru berada? Apa kamu murid baru?” Tanya pemuda bermata bulat itu.

“Iya.”

“Oke baiklah, aku akan mengantarkanmu ke ruang guru. Tapi biasanya kalau jam pulang sekolah semua guru disini sudah pada pulang. Tapi gak tau lah kalau hari ini masih ada yang di sekolahan ini.” Jelas pemuda itu panjang dan lebar. Jung Hae Ra hanha bisa mengikuti langkah lelaki yang ada di depannya itu.

“Sudah tiba.” Lelaki itu berhenti melangkah dan menunjuk ruangan yang dimaksud Hae Ra.

“Baiklah tugasku mengantarkanmu sudah selesai. Aku pulang dulu ya. Bye!” Lelaki itu tersenyum dan Hae Ra berasa ada aliran listrik yang menghubungkan dia dengan dirinya lebih tepatnya senyumannya, karena ia juga ikut tersenyum saat melihat lelaki itu.

“Terima kasih banyak ya.” Ucap Hae Ra sambil membungkukkan badannya. Oh tampaknya pemuda itu tak peduli dengan yang ada di belakangnya sekarang.

Hae Ra membuka pintu yang sedikit terbuka itu agar ia bisa melihat lebih jelas apakah ada guru di ruangan itu.

“Permisi. Apakah ada orang di dalam?” Ah rupanya Hae Ra ragu-ragu untuk masuk ke dalam karena sudah terjawab pertanyaannya dengan bukti yang ada di depannya. “Yah benar kata laki-laki itu. Aku kumpulkan besok pagi saja deh.” Hae Ra memustuskan untuk pulang ke rumah saja.

Hae Ra melangkah menuju halte yang ada di depan sekolah tersebut. Dan dia melihat sesosok laki-laki yang sedang memakai earphone di telinganya yang mempunyai wajah yang mirip dengan orang yang mengantarkannya ke ruang guru tadi. Dan rupanya bukan hanya sama tetapi dia memang orangnya.

“Terima kasih ya atas bantuanmu tadi.” Menyadari ada sebuah suara yang menurutnya itu untuk mengajaknya berbicara lelaki itu pun melepas earphone yang ia gunakan sejak tadi saat dimana dia mulai menunggu kedatangan bis yang menuju rumahnya itu tak kunjung datang.

“Oh kamu. Kamu yang tadi mencari ruang guru kan. Kamu sudah menemukan guru yang kamu maksud belum? Gurunya ada atau tidak? Oh mungkin tidak ada karena kamu begitu cepat.” Tanya pemuda itu dengan serentetan pertanyaan. “Ya Tuhan. Ini anak bagaimana sih tanya sendiri tetapi dijawab sendiri juga” batin Hae Ra.

“Rupanya kamu benar. Tidak ada sama sekali guru disana.”

“Nah benar kan. Emang sekolah ini sedikit aneh…”

“Aneh bagaimana? Apa maksudmua?”

“Hei aku belum selesai bicara tahu !” ucap Taehyung dengan sedikit menampilkan wajah memerah padam.

“Oh. Maaf deh kalau gitu.”

“Baiklah,aku maafkan dan akan aku lanjutkan yang tadi. Ini sekolah bisa aku bilang aneh karena murid sama guru itu pulangnya duluan gurunya. Padahal kan banyak kemungkinan kalau muridnya itu mencari gurunya ingin mengumpulkan sesuatu atau apalah itu contohnya saja kamu. Tadi kan sudah sepi banget kan?” Jelas Taehyung panjang kali lebar.

“Iya, Lagian kamu tadi kok belum pulang?”

“Oh aku tadi masih latihan basket di lapangan basket.” (.) #Lupakan#

“Oh jadi begitu.”

“Ya sepertinya begitu.”

Setelah percakapan panjang lebar diantara keduanya,sekarang yang tersisa hanyalah sebuah keheningan. Untung saja tak lama setelah itu, bus yang biasa ditumpangi lelaki itu pun datang. Dan Hae Ra juga masuk ke dalam bus itu. Oh,, ternyata rumah mereka itu sejalan. Bus yang mereka tumpangi sangatlah sepi, selain mereka berdua hanya ada seorang bapak-bapak yang sepertinya habis pulang dari kantornya dan yang pastinya seorang supir. Hae Ra duduk di kursi nomor dua dari belakang sedang pemuda itu duduk di belakangnya Hae Ra.

“Aku boleh tanya gak? Kalau boleh apakah rumah kamu di daerah Cheongdam-dong dan kalau tidak boleh tidak usah dijawab saja pertanyaanku.”

“Aishh. Benar-benar seorang lelaki yang cerewet” batin HaeRa sebelum ia menjawab pertanyaan dari pemuda itu.

“Iya benar.”

“Oohh” sejenak mereka berada dalam keheningan dan “Oh ya. Daritadi kita bicara satu sama lain tapi tidak tahu nama masing-masing. Kenalkan, aku Kim Taehyung kelas 8 B. Kamu siapa?” Oh ternyata pemuda itu bernama Kim Taehyung.

“Aku Park Hae Ra kelas 8 D.”

“Oh ya. Kamu kan murid baru, kamu berasal darimana?” Tanya Taehyung.

“Aku dari Jepang. Dan aku bisa pindah sekolah disini karena orang tuaku yang sedang ada tugas di daerah dekat sini.” Jelas Hae Ra.

“Oh kamu dari Jepang.”

“Yap. Betul sekali.”

“Bisakah aku berteman dengan kamu.” Ajak Taehyung.

“Bisa kok. Siapa saja bisa berteman sama aku. Selagi dia bersifat baik.”

“Apakah kamu yakin kalau aku orang yang baik.”

“Yakin sekali.”

“Darimana kamu tahu kalau aku orang yang baik?”

“Karena kamu tadi sudah mengantarkan aku ke ruang guru. Oh ya terima kasih ya tadi mau mengantarkan aku dan aku juga minta maaf karena aku tadi mengira kamu adalah setan.”

Taehyung hanya tertawa mendengar penjelasan Hae Ra. “Iya sama-sama dan aku terima minta maafmu.”

“Hey kenapa kamu masih tertawa.”

“Habisnya kamu itu mengira kalau aku itu setan. Masak ada sih setan yang setampan aku.” Taehyung tertawa lagi.

“Ya! Kau itu Taehyung-si. Kau terlalu percaya diri rupanya.”

“Tidak apa-apa selagi itu tidak berlebihan.”

“Baiklah”

Perjalanan dihabiskan dengan penuh canda tawa antara mereka berdua. Bis sudah sampai pada tujuan Taehyung. Dan Hae Ra ikut berdiri.

“Kamu juga turun?” Tanya Taehyung.

“Ya jelaslah kan rumah aku di Apartement ini.”

“Beneran?”

“Iyalah. Kamu juga ya. Wah berarti kita tetanggaan dong.”

“Iya. Kebetulan banget deh. Dan aku punya ide, bagaimana kalau mulai besok kita berangkat bersama-sama?” Usul Taehyung.

“Baiklah Taehyung-sii.”

“Hei kamu kan lebih muda dari aku. Kamu panggil aku oppa saja ya. Kamu mengerti tidak?”

“Aku sangat mengerti Taehyung-oppa”

Baru saja hari pertama Hae Ra masuk di sekolah barunya, tetapi ia sudah mempunyai dua orang sahabat.

~~~~~

Dua tahun sudah mereka berkenalan. Setahun sudah mereka dekat. Setahun sudah mereka berangkat ke sekolah bersama. Setahun sudah mereka belajar bersama. Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Dan besok sudah saatnya untuk Taehyung dan teman-teman seangkatannya baik di sekolah maupun luar sekolah mendaftar ke Sekolah Menengah Atas. Dan ini juga berarti bahwa Jung Hae Ra dan Kim Taehyung harus berpisah, ini dikarenakan Jung Hae Ra yang harus kembali ke Jepang untuk melanjutkan Sekolah Menengah Atas disana. Selain alasan itu ada juga yang lainnya yaitu orang tua Jung Hae Ra yang harus kembali ke Jepang karena pekerjaan di Korea Selatan sudah selesai. Saat ini mereka akan bertemu di taman dekat apartement untuk mengucapkan salam perpisahan. Orang tua Jung Hae Ra sebenarnya tidak mengizinkan Hae Ra untuk bertemu dengan Taehyung karena mereka harus kembali secepatnya ke Jepang. Karena tidak tega melihat keadaan anaknya sekarang, keadaan seperti seorang anak yang tak terurus oleh orang tuanya. Ia diberi waktu hanya 1 jam untuk bertemu dengan Kim Taehyung. Hae Ra mengirim sms kepada Taehyung untuk menemuinya di taman dekat apartement itu. Hae Ra datang lebih awal daripada Taehyung. Tak lama setelah itu, Taehyung datang.

Taehyung kaget bukan main saat melihat wajah Hae Ra tampak berbeda dengan matanya yang sembab,hidungnya yang memerah.

“Hey. Hae Ra-ya Kenapa? Ada apa dengan kamu? Kenapa wajah kamu seperti ini? Mata dan hidung kamu tampak memerah?” Taehyung sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya sekarang.

“Oppa. Hari ini aku harus kembali ke Jepang. Aku gak mau pisah sama oppa. Aku gak mau kehilangan sahabat seperti oppa. Aku ingin selalu bersama oppa.” Ucap Hae Ra dengan didampingi sesenggukan.

“Oh rupanya begitu ya,yang membuat sahabat tersayang oppa wajahnya berubah jadi jelek gini.” Ejek Taehyung.

“Ya! Oppa. Kok malah mengejek aku sih. Oppa jahat !”

“Hey. Sahabat tersayang oppa tidak boleh seperti ini. Hae Ra yang oppa kenal adalah  Hae Ra yang pantang menyerah,selalu berusaha,tidak cengeng seperti ini,dan Hae Ra juga selalu tersenyum dalam keadaan apapun.”

“Tapi kan oppa ….”

“Tak ada tapi-tapian,pokoknya Hae Ra yang aku kenal itu seperti yang aku sebutin tadi.”

“Oppa. Janji ya. Nanti kalau aku sudah berada di Jepang, oppa harus tetap menghubungiku, kabarin keadaan oppa, dan semuanya.”

“Baik. Oppa janji. Nanti jika kamu sudah sampai di Jepang hubungi oppa ya.”

“Iya oppa.”

“Senyum dulu dong.”

“Iya oppa. Yasudah ya oppa, ayo kembali ke apartement.”

Rupanya orang tua Jung Hae Ra sudah membereskan barang-barang yang ada di apartement dan sudah berada di dalam mobil. Taehyung yang berjalan bersampingan dengan Hae Ra kini tak kuat menahan air matanya yang sudah ia pertahankan sejak bersama Hae Ra di taman apartement.

“Ingat ya apa yang tadi oppa ucapin.”

“Akan selalu aku ingat oppa.”

Jung Hae Ra masuk ke dalam mobil.

“Terima kasih ya nak Taehyung sudah mau menjadi sahabat Hae Ra saat berada si Korea.” Ucap ibu Hae Ra.

“Jaga diri baik-baik ya nak Taehyung.” Ucap ayah Hae Ra.

“Sama-sama tante. Iya paman.”

“Oppa. Terima kasih banget ya sudah mau jadi teman Hae Ra selama Hae Ra ada di Korea. Bye.. Bye Oppa!”

Mereka semua melambaikan tangan dengan lima jari yang menganga. Mobil yang dikendarai ayah Hae Ra sudah tak terlihat. Taehyung pun kembali ke dalam apartementnya.

Satu tahun, Dua tahun persahabatan itu tetap berlangsung baik-baik saja. Mereka saling menghubungi satu sama lain lewat pesan ataupun akun sosmed mereka. Sampai pada tahun ke tiga mereka berpisah, Hae Ra jadi jarang mengabari Taehyung. Terkadang Taehyung mengirimi Hae Ra sebuah pesan dan Hae Ra membalasnya tak secepat dulu, sekarang ia membalas pesannya 3 hari kemudian bahlan satu minggu. Saat ditanya Taehyung, kenapa Hae Ra jadi jarang membalas pesan atau telat membalas pesan dari Taehyung. Taehyung tetap berpikir positif dan selalu berdoa agar tidak terjadi apa-apa dengan Hae Ra.

Satu tahun sudah mereka tidak berhubungan mulai dari pesan, akun sosmed semua sudah non-aktif. Hari ini Taehyung berniat ingin pergi mencari udara segar di musim semi, segala aktifitas yang akan dilakukan mulai dari pergi ke taman, jalan-jalan, dan aktifitas lainya, akan dilakukan Taehyung sendirian . Namun baru saja Taehyung akan pergi berjalan-jalan, Taehyung yang hendak keluar dari lift melihat dua orang yang akan menaiki lift tersebut merasa tak asing dengan mereka. Taehyung mengingat-ingat dan akhirnya Taehyung mengenalnya, mereka adalah kedua orang tua Jung Hae Ra. Tapi dimana Hae Ra berada sekarang? Kenapa Hae Ra tidak bersama mereka? Dimana Hae Ra sekarang? Pertanyaan yang muncul terngiang-ngiang di kepala Taehyung.

“Selamat siang tante,paman” ucap Taehyung yang sambil membungkukkan badannya.

“Kamu Kim Taehyung teman SMAnya Jung Hae Ra?” Tanya Ibunya Jung Hae Ra.

“Iya bibi.”

“Apakah kamu ada waktu sebentar?” Tanya ayahnya Hae Ra.

“Ada paman” Taehyung menyempatkan waktunya,mungkin saja dia bisa bertemu dengan Hae Ra.

Mereka bertiga pun pergi ke apartement milik kedua orang tua Hae Ra. Namun harapan Taehyung tak dapat terkabulkan,disana dia tak menemukan sama sekali keberadaan Hae Ra. Dengan keberanian Taehyung menanyakan dimana keberadaan Hae Ra sekarang.

“Bibi, paman . Dimana Hae Ra? Apa dia masih keluar mencari udara segar? Atau dimana?” Tanya Taehyung,saat ini ia benar-benar tidak bisa tenang,ia sungguh merindukan keberadaan Hae Ra disisinya, ia sungguh ingin melihatnya sekarang.

“Hae Ra sekarang sudah di alam lain. Di alamnya yang lebih indah daripada disini. Di Surga.” Jelas ayah Hae Ra. Taehyung kaget mendengar penjelasan ayah Hae Ra. Ia tak percaya dengan apa yang dijelaskan ayah Hae Ra.

“Kenapa bisa terjadi? Tolong jelaskan semua ini dari awal sampai akhir. Tolong !” Taehyung serasa telah putus asa.

“Sekitar setahun lalu, Hae Ra mengalami batuk-batuk yang tak henti-henti selama hampir setengah jam. Kami bingung, kami langsung saja membawanya ke rumah sakit terdekat karena setelah batuknya Hae Ra ia langsung muntah darah. Kamihanya bisa berharap dan berdoa kepada Tuhan, semoga tidak terjadi apa-apa. Tetapi takdir berkata lain dia mengidap penyakit radang paru-paru.” Jelas ibu Hae Ra. Ia tak kuasa menahan tangisannya. Lalu berganti ayah Hae Ra yang bercerita.

“Kami mencoba mencari berbagai pengobatan mulai dari yang herbal sampai berbagai rumah sakit di Jepang kami kunjungi semuanya. Pada salah satu rumah sakit di Jepang, dokter memberitahu kepada kami bahwa Hae Ra bisa di operasi. Operasi akan berlangsung tiga minggu setelah pemberitahuan tersebut. Dan pada satu minggu sebelum operasi Tuhan telah memberjkan tugas kepada Malaikat bahwa Hae Ra harus di cabut nyawanya.”

–Flashback Off–

Taehyung merasa seperti dihantam batu berton-ton, ia sakit sangat sakit saat ia mendengar kabar itu. Kenapa Tuhan tidak mengizinkan dia bertemu sekali lagi dengan bidadarinya. Lalu Taehyung berpamitan dengan kedua orang tua Hae Ra untuk kembali ke apartementnya.

Taehyung putus asa tak tahu harus bagaimana sekarang. Ia merasa seperti ada yang hilang dari dirinya.

Rasa suka dan cinta untuk Hae Ra yang ia anggap sebagai seorang sahabat ternyata lebih dari itu. Ia baru sadar bahwa ia menyukai Hae Ra sebagai seorang yang spesial, seseorang yang telah berhasil mengambil hatiny. Entah sejak kapan ia menyukai Hae Ra, Taehyung sendiri tak tahu. Apakah ia mulai mencintainya saat pertama kali bertemu atau mungkin juga saat dua tahun mereka bersama atau mungkin saat ia ditinggalkan Hae Ra yang kembali ke Jepang dan mungkin saja Taehyung mencintai Hae Ra saat Hae Ra meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.

“Aku akan selalu mengingatmu, aku akan selalu mengingat kenangan yang kita buat bersama-sama.” Taehyung melihat semua foto-foto yang ia ambil bersama Hae Ra. Saat ia bersama Hae Ra di Bioskop,di taman bermain,di toko es krim, dan masih banyak foto-foto yang ia ambil bersama Hae Ra.

-END-

A/N : Terima kasih untuk yang sudah maumembaca ff aku ini maaf yang sebesar-besarnya kalau ffku kurang greget atau feelnya kurang ya dan aneh (?).Don’t forget for RCL !! Don’t be sider !! 🙂 follow akun wordpress pribadi atau follow twitter aku @Triska_ApriliaA.

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] I Remember You And Our Memories

  1. ini Authornya Triska yaa??

    ini kyanya eon udh pernah baca deh… kamu post di blog BTS ff sebelah yaa??

    eon baca lagi…ttp aja sedih…huhuhuhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s